Dark/Light Mode

Ara Bakal Temui CEO Danantara Bahas Skema Rusun Subsidi MBR

Sabtu, 7 Februari 2026 19:42 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait usai peringatan HUT Gerindra ke-18 di Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Fiky Aziz/RM
Menteri PKP Maruarar Sirait usai peringatan HUT Gerindra ke-18 di Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Fiky Aziz/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Kawasan dan Permukiman menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan.

Skema ini guna menjawab keterbatasan lahan hunian. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, skema tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk Danantara untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau.

Baca juga : Ara Sampaikan Pesan Presiden: Rusun Subsidi Meikarta Harus Dibangun Cepat

"Kami segera persiapkan. Saya akan bertemu Pak Rosan Roeslani untuk mematangkan skema bersama Danantara. Mudah-mudahan sebentar lagi ada kabar baik," ujar Maruarar usai peringatan HUT Gerindra ke-18 di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, pembangunan rusun subsidi di kawasan perkotaan menjadi salah satu fokus Kementerian PKP pada 2026 agar masyarakat kecil, termasuk pekerja sektor informal dapat memiliki hunian strategis dengan harga terjangkau.

Baca juga : Bertemu KDM, Menteri Ara Senang Lahan Meikarta Bisa Dibangun Rusun Subsidi

Program tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar setiap kebijakan Pemerintah berdampak langsung bagi rakyat kecil.

Pemerintah menargetkan proyek percontohan rusun subsidi di beberapa kota besar dapat dimulai dalam waktu dekat sebagai pelengkap program perumahan rakyat lainnya, seperti rumah subsidi tapak dan bantuan rumah swadaya.

Baca juga : KPK Pastikan Meikarta Aman, Ara Gaspol Bangun Rusun Subsidi MBR

Selain itu, Kementerian PKP juga menargetkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia, termasuk dukungan perumahan bagi masyarakat di Papua, serta penataan kawasan kumuh di 15 lokasi.

Program ini guna meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.