Dark/Light Mode

Wamen Isyana:Penyalaan 1.008 Dipa Simbol Gotong Royong Dukung Generasi Emas 2045

Rabu, 18 Februari 2026 14:42 WIB
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kiri) saat menjadi narasumber pada acara puncak Prambanan Shiva Festival yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (15/2/2026). (Foto: Dok. Kementerian Kependudukan)
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kiri) saat menjadi narasumber pada acara puncak Prambanan Shiva Festival yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (15/2/2026). (Foto: Dok. Kementerian Kependudukan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjadi narasumber pada acara puncak Prambanan Shiva Festival yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (15/2/2026) malam.

Isyana menekankan, bahwa penyalaan 1.008 Dipa tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan pembelajaran nilai peradaban bagi keluarga Indonesia.

Menurut Isyana, festival ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan beragam.

Ia menegaskan, bahwa Prambanan Shiva Festival tidak hanya dihadiri umat Hindu, tetapi juga terbuka bagi masyarakat lintas agama dan wisatawan untuk bersama-sama menikmati kekayaan budaya Nusantara.

Baca juga : TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Perintis di Desa-Desa Aceh

Nilai keberagaman dan kebersamaan tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan.

Lebih lanjut Isyana mengatakan, bahwa pembelajaran sejarah dan spiritualitas dari peradaban masa lalu, termasuk pembangunan Candi Prambanan pada abad ke-9, perlu dikenalkan sejak dini di lingkungan keluarga.

“Pelajaran-pelajaran, nilai-nilai, spiritualitas, bagaimana kita belajar dari sejarah dan peradaban Nusantara yang sangat luar biasa, itu akan lebih maksimal jika bisa dimulai dikenalkan sejak dari unit terkecil yaitu keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan nilai tersebut penting dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Generasi Emas 2045.

Baca juga : Siswa MTs dan TNI di Aceh Tamiang Gotong Royong Bersihkan Sekolah

“Ini juga sebetulnya adalah salah satu bentuk dari gotong royong. Kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, kemudian juga dukungan berbagai pihak sehingga hari ini bisa terwujud rangkaian Prambanan Shiva Festival,” kata Isyana.

 Isyana juga menyinggung pentingnya menjaga kawasan cagar budaya dengan semangat ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—agar lingkungan tetap terawat serta nyaman bagi seluruh pengunjung yang hadir.

Rangkaian puncak acara diawali pukul 18.00 WIB dengan Ritual Abhisekam kedua dan percikan air suci (water blessing), dilanjutkan pukul 20.00 WIB dengan bunyi sangkakala sebagai penanda penyalaan Deepa.

Sebanyak 35 pandita diiringi pinandita berjalan membawa air suci dan api suci menuju area utama, diikuti tamu VIP, wisatawan, dan umat.

Baca juga : Tahun Baru Di Pengungsian, Prabowo Serukan Gotong Royong Dan Jaga Alam

Sebanyak 1.008 Dipa kemudian dinyalakan secara bergotong royong hingga membentuk wajah Dewa Shiva, dilanjutkan doa lintas agama serta video mapping sebagai puncak visual dan spiritual festival.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.