Dark/Light Mode

Kementan Gelontorkan Minimal 2 Ton Cabe Ke PIKJ Setiap Hari

Jumat, 20 Februari 2026 13:39 WIB
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Agung Sunusi bersama Satgas Pangan Mabes Polri dan Badan Pangan Nasional saat aksi guyur cabe di PIKJ, Kamis (19/2/2026). Foto: Kementan
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Agung Sunusi bersama Satgas Pangan Mabes Polri dan Badan Pangan Nasional saat aksi guyur cabe di PIKJ, Kamis (19/2/2026). Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dengan menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia mulai menggelontorkan pasokan cabai khusus rawit merah rata-rata minimal 2 ton per hari ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) sebagai langkah cepat menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan komoditas strategis tersebut di pasaran.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, menegaskan aksi “guyur pasokan” dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan cabai rawit merah yang sempat bergejolak.

Pasokan perdana berasal dari sentra petani “champion” di Jawa Tengah seperti Magelang, Sleman, Temanggung, Banjarnegara, dan Semarang. Menurut Agung, wilayah-wilayah tersebut merupakan sentra utama pengembangan cabai rawit merah sekaligus penyangga pasokan nasional.

“Untuk hari berikutnya, suplai juga datang dari Jawa Barat, di antaranya Sumedang, Garut, Sukabumi, dan Cianjur, dengan produksi yang sangat baik,” ujarnya saat memantau Aksi Guyur Cabe di PIKJ, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Turut serta dalam kegiatan aksi Guyur Cabai ini, perwakilan Satgas Pangan Mabes Polri Kombes Pol Dery Agung Wijaya, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, Ketua Guyub Rukun Padagang Cabe Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Guntur, perwakilan Dinas Perdagangan Pemprov DKI Jakarta, dan stakeholders lainnya.

Baca juga : Tekan Lonjakan Harga, Kementan Guyur Pasokan Cabai Ke PIKJ

Agung memastikan distribusi dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya satu hari. Penyaluran akan dilakukan setiap hari selama dua minggu ke depan dan bisa diperpanjang hingga harga benar-benar terkendali, dengan evaluasi ritme penurunan harga dilakukan setiap hari.

Agung menekankan, ketersediaan cabai di lapangan sejatinya aman. Faktor cuaca hujan serta kebiasaan petani yang menunda petik pada hari-hari awal puasa menjadi penyebab sementara berkurangnya suplai.

“Begitu ritme panen normal kembali, pasokan akan meningkat signifikan,” katanya.

Dari sisi harga, Kementan menetapkan harga dari petani champion sekitar Rp 50.000 per kilogram. Dengan mata rantai distribusi yang dipangkas, kenaikan ke pedagang di PIKJ dibatasi sekitar Rp 5.000 per kilogram, sehingga harga ke konsumen diharapkan berada di kisaran Rp 60.000–Rp 65.000 per kilogram.

Kesepakatan harga tersebut telah disetujui pedagang di PIKJ dan akan terus dipantau serta dievaluasi. Targetnya, tidak ada lagi lonjakan harga cabai rawit merah melonjak tinggi di pasaran.

Baca juga : Kementan Gerakkan Champion Tambah Pasokan Cabai Pasar Induk Kramat Jati

Agung juga menjelaskan, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai rawit merah. Sementara itu, cabai besar dan cabai keriting relatif normal dengan harga di tingkat petani sekitar Rp 25.000–Rp 27.000 per kilogram dan di pasar berkisar Rp 30.000–Rp 32.000 per kilogram.

Ia menambahkan, puncak panen cabe rawit merah diperkirakan terjadi pada pekan kedua puasa. Berdasarkan perhitungan Kementan, neraca produksi masih surplus sehingga tidak ada alasan untuk kepanikan di pasar.

Sementara Ketua Guyub Rukun Pedagang Cabe PIKJ, Guntur, menegaskan pihaknya siap berkolaborasi menjaga stabilitas harga. Menurutnya, langkah Kementan menguntungkan semua pihak, mulai dari petani, pedagang, hingga konsumen rumah tangga.

“Harapannya, harga tetap terjangkau dan tidak jauh dari harga acuan pemerintah, sehingga roda usaha berjalan dan masyarakat mendapatkan harga terbaik,” kata Guntur.

Perwakilan Satgas Pangan Mabes Polri Kombes Polisi Dery Agung Wijaya memastikan pengamanan distribusi dikawal aparat untuk memastikan stabilsasi pasokan dan harga cabai berjalan aman dan lancar.

Baca juga : Kemenperin Gandeng Hiroshima University Perkuat SDM Industri

Ia menegaskan, Satgas Pangan terus berkoordinasi dengan Kementan, Badan Pangan Nasional, serta pemangku kepentingan lain untuk memantau harga dan pasokan.

“Masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan terjaga, mutu terjamin, dan pemerintah hadir menstabilkan harga,” tegasnya.

Satgas Pangan juga mengimbau pedagang untuk menjaga porsi dan kepatuhan selama distribusi berlangsung. Analisis dan evaluasi dilakukan harian untuk menentukan daerah yang membutuhkan tambahan pasokan, memastikan stabilisasi harga cabe rawit merah berjalan efektif dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :