Dark/Light Mode

Kemenkes Tanggapi 2 Kasus Campak di Australia dengan Riwayat dari Indonesia

Rabu, 25 Februari 2026 14:07 WIB
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Andi Saguni (Foto: IG)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Andi Saguni (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menerima notifikasi resmi melalui Mekanisme International Health Regulation (IHR) dari Otoritas Kesehatan Australia, terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni menjelaskan, kasus pertama melibatkan perempuan berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012.

Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air Rute Jakarta-Perth pada tanggal 7-8 Februari 2026. Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth, dan hasil PCR dinyatakan positif.

Kasus kedua melibatkan anak perempuan berusia 6 tahun, yang tidak memiliki riwayat imunisasi campak. Dia melakukan perjalanan menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta-Sydney pada tanggal 17 Februari 2026.

Baca juga : Campak di Sydney Sesudah Perth, Dihubungkan dengan Pesawat dari Jakarta

Gejala demam, batuk, pilek muncul pada tanggal 11 Februari. Hasil PCR dinyatakan positif pada tanggal 18 Februari.

"Tidak ada kematian terhadap dua kasus tersebut. Perlu ditegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara, dan bersifat sangat menular," kata Andi via Instagram, Rabu (25/2/2026).

Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 11.094 kasus terkonfirmasi. Sepanjang 2026, hingga Februari, dilaporkan 550 kasus.

"Hingga saat ini tidak terdapat penetapan KLB campak secara nasional," ujar Andi.

Baca juga : Usul, Ganti Mudik Motor Gratis dengan Tambahan Kuota Bus dan Kereta

Di samping penguatan surveillance penyakit campak, pemerintah juga mengintensifkan pelaksanaan imunisasi campak tambahan. Termasuk, pada usia anak sekolah di daerah-daerah yang mengalami kejadian luar biasa campak pada tahun 2025 dan 2026.

Penguatan pengobatan dan perawatan kasus campak dengan komplikasi disiapkan di fasilitas pelayan kesehatan, termasuk rumah sakit.

Komunikasi, informasi, edukasi terus digalakkan agar masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan makan bergizi seimbang.

"Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi anak-anak usia balita," pesan Andi.

Baca juga : Campak Di Australia Barat Berasal Dari Pesawat Jakarta

Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Bagi yang terinfeksi campak, agar membatasi kontak dengan orang lain untuk menjaga penularan.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.