Dark/Light Mode

Campak di Sydney Sesudah Perth, Dihubungkan dengan Pesawat dari Jakarta

Selasa, 24 Februari 2026 10:12 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Sesudah tanggal 12 Februari 2026 otoritas kesehatan di Australia Barat mengeluarkan kewaspadaan campak “Measles Alert” yang dihubungkan dengan pesawat Batik Air dari Jakarta ke Perth, maka pada 21 Februari 2026, kembali ada kewaspadaan campak, yang kali ini dikeluarkan oleh otoritas kesehatan negara bagian New South Wales Australia (“NSW Health”) yang mengeluarkan “Measles alert for Sydney airport, south west Sydney and northern Sydney”, kali ini salah satu kasusnya dihubungkan dengan penerbangan Garuda Indonesia.

Dalam penjelasannya di laman “NSW Health” disebutkan secara amat rinci tentang pesawat Garuda Indonesia Flight GA712/GIA712 yang berangkat dari Jakarta tanggal 17 Februari dan sampai di bandara Sydney International Airport di hari yang sama jam 11 pagi.

Jadi para penumpang pesawat ini perlu waspada. Bahkan secara rinci juga disebut bahwa mereka yang berada di area bandara dan tempat ambil bagasi antara jam 11.00 sampai 13.30 juga perlu waspada, lalu yang di tempat tunggu taksi bandara antara jam 13.00 sampai 13.45, dan kemudian berbagai tempat dan waktu yang didatangi penumpang dari Jakarta itu.

Ini menunujukkan kegiatan penyelidikan epidemiologi (PE) yang amat rinci dan upaya deteksi kemungkinan penularan yang amat baik pula, sesuatu yang kita perlu tiru lengkap dengan jam dan menitnya.

Sehubungan “measles warning” ini maka ada penjelasan ke masyarakat dari Executive Director of Health Protection NSW, jadi mereka punya Direktur untuk perlindungan kesehatan warganya.

Baca juga : Campak Di Australia Barat Berasal Dari Pesawat Jakarta

Dalam anjuran ke warga Sydney dan sekitarnya disebutkan bahwa kalau warga ada gejala campak dan berada di lokasi dan waktu yang disebutkan di laman “NSW Health” maka perlu memeriksakan diri ke dokter mereka atau IGD RS setempat.

Disebutkan secara jelas bahwa mereka yang akan ke dokter itu harus telpon dulu sebelum datang, maksudnya supaya jangan terlalu lama di ruang tunggu yang tentu maksudnya agar tidak menulari pasien lain.

Ada dua hal menarik dari anjuran ini. Pertama adalah pengumuman terbuka untuk memeriksakan diri bagi mereka yang ada di lokasi dan waktu tertentu yang punya kemungkinan tertular, sehingga penyakit dapat ditangani.

Kedua, adalah pasien harus telpon dulu untuk mencegah kemungkinan penularan pada pasien lain di rumah sakit atau tempat praktek dokternya, suatu kewaspadaan kehati-hatian yang baik sekali.

Selain dua anjuran itu maka ada anjuran ketiga, yaitu kalau masyarakat ada pertanyaan maka dipersilahkan telpon ke dokternya masing-masing atau disediakan nomorn telpon khusus healthdirect di 1800 022 222.

Baca juga : Kopi Cak Bhabin Jadi Sarana Personel Polri Dekat Dengan Warga

Tentu akan baik kalau kita di Indonesia juga melakukan tiga hal yang sama pada kecurigaan campak dan juga penyakit menular lain di masyarakat, baik untuk menangani yang sakit maupun juga untuk mencegah penularan meluas.

Jadi sepanjang Februari 2026 sudah ada dua kali kewasdaan campak di Australia yang dihubungkan dengan pesawat dari Jakarta.

Media news.com.au menuliskan bahwa memang beberapa tempat di Asia Tenggara sedang menangani masalah KLB campak, termasuk Indonesia, A number of popular southeast Asian countries have been battling outbreaks of measles, including Indonesia.”.

Kejadian di Perth dan disusul dengan yang di Sydney ini kembali menujukkan bahwa kita perlu berupaya lebih keras lagi untuk mengendalikan campak, bukan hanya karena kemungkinan dampaknya ke luar negeri tetapi utamanya untuk melindungi masyarakat kita sendiri.

Prof Tjandra Yoga Aditama.

Baca juga : Guru Besar Undip: Dahnil Merobohkan Tembok Sekat Pejabat dan Rakyat

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct.

Professor Griffith University.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara/Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kabalitbangkes.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.