Dark/Light Mode

Menpora Dan Mendikdasmen Majukan Olahraga Pelajar

Pembinaan Atlet Muda Dimulai Dari Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 07:00 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir (kiri) berfoto bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, usai menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding MoU) di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: Dok. Kemenpora
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir (kiri) berfoto bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, usai menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding MoU) di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: Dok. Kemenpora

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sepakat memperkuat pembinaan olahraga pelajar melalui kerja sama antar-kementerian. Pembinaan atlet muda diharapkan dimulai sejak sekolah agar bakat olahraga siswa bisa berkembang lebih terarah.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diteken di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Erick mengatakan, kerja sama tersebut penting agar olahraga menjadi bagian dari pembangunan karakter pelajar. Program ini nantinya bakal menyatukan berbagai agenda pembinaan olahraga pelajar yang selama ini berjalan terpisah di kedua kementerian.

Baca juga : Mentan Ajak Kaum Muda Terjun Ke Sektor Pertanian

“Kami ingin murid tidak cuma berprestasi, tapi juga sehat jasmani dan rohani,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Erick, langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan olahraga sebagai bagian penting pembentukan karakter pemuda. Pemerintah ingin olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membangun mental serta daya saing bangsa.

“Olahraga bukan cuma simbol duta bangsa, tapi juga mencerminkan kekuatan karakter,” ujarnya.

Baca juga : Kejagung Kembangkan Fakta Sidang Marcella Cs

Melalui kerja sama ini, sejumlah program olahraga pelajar bakal disinergikan antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kemendikdasmen. Program seperti Pekan Olahraga Pelajar dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) diharapkan berjalan lebih terarah.

Sebelumnya, dia juga menerangkan, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) mulai diterapkan di lingkungan sekolah. Pemerintah menyiapkan 21 cabang olahraga prioritas yang diperkenalkan secara bertahap kepada pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

Cabang olahraga tersebut merupakan cabang unggulan Olimpiade. Di antaranya atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo dan balap sepeda.

Baca juga : Persiapan Nyepi Dan Idul Fitri 2026, Gerindra Apresiasi Kesiapsiagaan Polri

Selain itu, ada pula bola voli pantai dua lawan dua, bola basket tiga lawan tiga, dayung, kano, tenis, anggar, gulat, pencak silat, hingga equestrian.

Erick menjelaskan, pembinaan atlet selama ini sering dimulai ketika usia sudah cukup matang. Melalui program ini, pembinaan dimulai lebih awal sejak anak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pada tingkat sekolah dasar (SD), sekolah dapat memilih dua cabang olahraga. Di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), pilihannya bertambah menjadi empat cabang olahraga. Sementara di tingkat sekolah menengah atas (SMA), siswa bisa memilih hingga enam cabang olahraga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.