Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Skema MBG Diatur Ulang
Wilayah Rawan Stunting Dan 3T Dapat Enam Hari Sepekan
Senin, 30 Maret 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengatur ulang skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi, penyaluran enam hari sepekan. Tujuannya untuk menjaga asupan gizi tetap terpenuhi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Dadan, dalam rapat itu diputuskan bahwa siswa di sekolah dengan sistem lima hari belajar akan menerima MBG selama lima hari sesuai jadwal belajar. Namun, kebijakan berbeda diterapkan di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Di wilayah tersebut, MBG tetap disalurkan hingga hari Sabtu.
Baca juga : Kejagung Tetapkan Konglomerat Kalimantan Tengah Jadi Tersangka
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis, memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” kata Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (29/3/2026).
BGN menekankan pentingnya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus ini. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menjadi acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.
“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” ujarnya.
Baca juga : Penambahan Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan
Pendataan tersebut mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting di masing-masing wilayah.
Provinsi di wilayah Timur, Sumatera dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.
“Integritas data sangat penting. Karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” tegasnya.
Baca juga : Golkar Jatim Konsolidasikan Kekuatan Hingga Tingkat Desa
Dengan kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, terutama yang berada di daerah 3T dan rawan stunting tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya