Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bidik Potensi Perdagangan Rp 8.000 Triliun
Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8
Senin, 30 Maret 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakistan menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama ekonomi dan strategis antarnegara anggota negara D-8. Hal itu diperkuat dengan rencana kehadiran Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 mendatang di Jakarta.
Hal itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri. Dia optimistis, KTT D-8 akan digelar di Jakarta. Sebelumnya, KTT D-8 yang sedianya diselenggarakan pada 15 April 2026, ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun, Dubes Chaudhri yakin acara tersebut akan menghasilkan langkah konkret bagi penguatan kerja sama antarnegara berkembang.
“Saya tidak ragu acara tersebut akan menjadi sukses besar, insya Allah,” ujar Dubes Chaudhri dalam wawancara khusus di program televisi Indonesia di Jakarta, yang diunggah Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Indonesia sebagai ketua D-8, organisasi yang beranggotakan negara-negara berkembang mayoritas Muslim ini memiliki peluang besar bertransformasi dari sekadar forum dialog menjadi wadah aksi nyata. Dia menekankan pentingnya fokus pada implementasi hasil-hasil kesepakatan.
Baca juga : Wika Salim, Dampingi Kekasih Ucapkan Syahadat
“Kami percaya D-8 perlu bergerak melampaui deklarasi menuju implementasi nyata,” ucapnya.
Dubes Chaudhri menilai, Indonesia memiliki kapasitas kuat untuk mendorong perubahan tersebut. Dengan kekuatan ekonomi, kredibilitas diplomatik dan visi yang dimiliki, Indonesia mampu menjadi motor penggerak organisasi.
“Kami tidak melihat Indonesia hanya sebagai ketua, tetapi sebagai penggerak transformasi dalam organisasi penting ini,” katanya.
Dia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi D-8 yang mencakup lebih dari 1,2 miliar penduduk dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) melebihi 5 triliun dolar AS (sekitar Rp 80.000 triliun). Namun, dia mengakui bahwa nilai perdagangan antar-anggota masih relatif rendah.
Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan
“Perdagangan intra D-8 masih sekitar 156 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.500 triliun). Tetapi kami yakin dapat meningkat hingga 500 miliar dolar AS (sekitar Rp 8.000 triliun) dalam lima atau enam tahun ke depan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dubes Chaudhri menekankan perlunya langkah konkret seperti penghapusan hambatan perdagangan, peningkatan konektivitas, serta penetapan target ekonomi yang terukur.
Selain itu, dia menyoroti sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus kerja sama ke depan. Termasuk ekonomi biru dan hijau, infrastruktur digital, hingga fasilitasi perdagangan.
Dalam konteks hubungan bilateral, Dubes Chaudhri menegaskan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki fondasi yang sangat kuat, baik secara historis maupun politik. Kedua negara sebagai bangsa bersaudara dengan tingkat kepercayaan politik yang tinggi.
Baca juga : WFH 1 Hari Bakal Diumumin Bulan Ini, Purbaya Usul Hari Jumat
“Pakistan berdiri pada tahun 1947. Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945. Namun pada tahun 1942, para prajurit Muslim kami berjuang bersama saudara-saudara Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menilai sektor ekonomi dan perdagangan masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan eratnya hubungan politik kedua negara. Saat ini, nilai perdagangan bilateral telah melampaui 4 miliar dolar AS dan terus menunjukkan tren peningkatan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya