Dark/Light Mode

Pelaku Usaha Kecil Di Bogor Kecipratan Berkah Lebaran

Penginapan Sederhana & Warung Kecil Laris Manis

Senin, 30 Maret 2026 06:25 WIB
Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3/2026). (Foto: Daud Fadilah/rm.id)
Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3/2026). (Foto: Daud Fadilah/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Libur Lebaran memberi berkah untuk para pelaku usaha kecil. Penginapan sederhana dan warung kecil di kawasan wisata laris manis.

Berdasarkan kajian lembaga riset NEXT Indonesia Center yang diterima Direktur Pemberitaan Rakyat Merdeka, uang beredar pada Lebaran 2026 tembus Rp 1.370 triliun. 

Sepertinya, para pelaku usaha di Bogor, yang masih termasuk wilayah Jabodetabek (Megapolitan) pun menikmati perputaran uang itu. Kecipratan berkah Lebaran. Indikasinya, banyak penginapan penuh. 

“Maaf, Pak, sudah penuh,” kata seorang Satpam kepada reporter Rakyat Merdeka yang bertanya-tanya mengenai sebuah penginapan bernuansa alam di tepi Jalan Gunung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada pagi yang sejuk itu, Senin (23/3/2026). 

Baca juga : Setan Merah Hancurkan AS

Sebetulnya, kami tidak bermaksud menginap, tapi hanya bertanya, untuk mendapatkan gambaran, bagaimana keramaian pengunjung desa di tepi jalan kecil yang menanjak dan menukik curam ini, saat musim libur Lebaran 2026 (1447 Hijriah). 

Dari tempat penginapan yang sudah penuh ini, reporter Rakyat Merdeka -yang mengajak istri dan dua anaknya liputan sambil liburan- bergerak mencari warung untuk ngopi, sebelum memulai liputan info lalu lintas. 

Cuma sebentar ngegas dua motor dari tempat penginapan yang sudah penuh itu, kami menemukan warung makan sederhana yang terbuat dari kayu, bilik bambu dan papan glassfiber reinforced concrete (GRC), di sisi kanan jalan yang menanjak. 

Saat kami baru memarkir motor, tampak seekor monyet melompat-lompat di antara pepohonan. Beberapa orang sudah lebih dulu nongkrong di warung ini. Kami rombongan yang kedua. 

Baca juga : Miami Terbuka, Sabalenka Cetak Rekor ‘Sunshine Double’

Tak perlu berlama-lama, begitu memarkir motor, kami bergegas memesan kopi pahit dan teh manis panas. Untuk cemilannya, di etalase warung ini sudah tersedia bala-bala yang tipis. 

Begitu bala-bala itu dikunyah, terdengar kres, garing. Ada pula lontong yang dibungkus daun patat nan harum. Agak berbeda dengan lontong yang biasanya dibungkus daun pisang. Sambal kacang menambah nikmat balabala dan lontong itu. 

Sang pemilik warung, sepasang kakek-nenek yang ramah, membebaskan pengunjung untuk bolak-balik mengambil sendiri bala-bala, lontong dan sambal itu, tanpa mencatatnya. 

Kurang “nampol” kami berempat memesan mie instan. Minumnya, cukup air mineral. Masing-masing sebotol ukuran sedang. Total, kami membayar sekitar Rp 100 ribu. 

Baca juga : Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8

Setelah perut kenyang, reporter RM melakukan liputan info lalu lintas di desa yang banyak dikunjungi warga Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek/Megapolitan) ini hingga sore. 

Lantaran lalu lintas macet nan ruwet di jalan sempit yang menanjak dan menukik tersebut, kami mengurungkan rencana kembali ke Jakarta sore itu. Kami memutuskan untuk work from anywhere (WFA), sesuai imbauan Pemerintah, guna meminimalisir kemacetan saat musim libur Lebaran. 

Singkat cerita, kami menginap di sebuah penginapan sederhana. Menyewa dua kamar. Tarifnya Rp 300 ribu per kamar per hari. Total Rp 600 ribu. 

Dua kamar ini berada di atas sebuah warung bakso. Dari teras kamar, kami melihat saung-saung di pekarangan warung ini, dipenuhi para pengunjung yang makan bakso sambil minum es kelapa. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.