Dark/Light Mode

Kaposwil Safrizal Tegaskan, Pembersihan Lumpur di Aceh Terus Berjalan

Sabtu, 11 April 2026 09:02 WIB
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA (Foto: Satgas PRR)
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA (Foto: Satgas PRR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menepis narasi di media sosial yang menyebut Pemerintah menyerah dalam penanganan lumpur pascabanjir di Aceh. Ia menegaskan, proses pembersihan terus berjalan intensif dengan hasil nyata di lapangan.

Safrizal juga meluruskan pernyataannya terkait istilah “berat” yang sempat disalahartikan sejumlah pihak. Dia menjelaskan, istilah tersebut mencerminkan kerja keras tim, bukan ketidaksanggupan.

“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah. Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” ujar Safrizal, di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).

Baca juga : WFH Perdana, KPK Pastikan Pemeriksaan Saksi Tetap Berjalan

Berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Sementara itu, 39 lokasi lainnya masih dalam status on going atau terus dikerjakan. Lokasi tersebut merupakan kawasan permukiman padat dengan drainase sempit yang membutuhkan penanganan manual secara teliti.

Untuk mempercepat proses, dukungan personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial. Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas mengerahkan personel Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) guna membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga.

Baca juga : KNPI Apresiasi Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Krisis Global

Selain itu, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program cash for work (padat karya) tahap II yang melibatkan masyarakat terdampak. Di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini berjalan aktif dengan total 392 peserta.

Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Satpol PP dan BPBD), serta didampingi 12 personel TNI dan Polri.

Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. "Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” jelasnya.

Baca juga : Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu

Menutup keterangannya, Safrizal mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak utuh di media sosial. Ia memastikan seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional tahap I telah tuntas 100 persen sejak Januari, dan kini fokus diarahkan pada pembersihan lingkungan permukiman.

“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya,” tutup Safrizal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.