Dark/Light Mode

3 Komoditas Unggulan Lumajang Siap Sukseskan HDDAP

Rabu, 15 April 2026 12:30 WIB
Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Lajda. Foto: Kementan
Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Lajda. Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mewakili Bupati, membuka rangkaian kegiatan Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) dengan menegaskan komitmen Pemerintah Daerah mendorong kesejahteraan petani melalui pengembangan 1.000 hektare kawasan pertanian modern.

Program ini diarahkan pada modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan, serta membuka akses petani ke pasar yang lebih luas. Ia menyoroti bahwa selama ini dalam siklus pertanian, keuntungan besar kerap dinikmati oleh tengkulak. “Ini yang akan coba diubah dari program ini,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Harapan tersebut sejalan dengan potensi komoditas unggulan Lumajang seperti pisang mas kirana dan manggis yang telah menembus pasar ekspor, serta komoditas kentang yang juga memiliki kualitas yang tidak kalah baik.

Baca juga : BRINS Sediakan Layanan Siaga Mudik Lebaran 2026

Mewakili Direktur Perbenihan, Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Lajda menyampaikan bahwa HDDAP merupakan program strategis yang hanya dilaksanakan di 13 kabupaten di Indonesia. Di Jawa Timur sendiri terdapat tiga kabupaten, termasuk Lumajang.

“Ini perlu disyukuri bersama, karena Lumajang mendapatkan program HDDAP di 3 Kabupaten Sekaligus” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya penjadwalan agar semua kegitan dapat di monitoring dan berjalan sesuai perencanaan. Dalam mendukung hilirisasi, koordinasi dengan offtaker terus dilakukan sejak tahap awal perencanaan. Hal ini penting agar standar dan kebutuhan pasar dapat dipahami sejak dini.

Baca juga : Urat Nadi Konektivitas: Kesiapan PT Hutama Karya Sukseskan Mudik di Sumatera

“Kita harus tahu kriteria dan SOP dari offtaker sebelum produksi dilakukan. Sehingga dapat mengantisipasi risiko hasil panen yang tidak memenuhi standar dan akhirnya tidak terserap pasar," katanya.

Dengan demikian, proses produksi dapat lebih terarah sesuai permintaan pasar dan meminimalkan potensi kerugian petani. Penguatan hilirisasi semakin terlihat saat dilakukan kunjungan lapangan di sejumlah titik, di antaranya Jambearum, Desa Jambekumbu, dan Pakel.

Di tingkat lapangan, hasil panen petani menjadi titik awal dari rantai hilirisasi yang kemudian terhubung dengan fasilitas pascapanen. Kunjungan lapang di Kecamatan Gucialit, menjunjukan fasilitas packing house dengan kapasitas 2–2,5 ton per hari berfungsi dengan baik sebagai pusat pengumpulan serta proses awal pascapanen, seperti sortasi dan grading untuk menentukan kualitas dan tujuan distribusi.

Baca juga : Waspada Aritmia, Gangguan Irama Jantung Mematikan

Hasil yang telah melalui proses ini kemudian menjadi salah satu pemasok utama bahan baku untuk kebutuhan pengolahan hasil pertanian bernilai tambah. Tenaga Ahli, Heru Widodo, turut menyoroti perkembangan tersebut.

“Dulu packing house ini belum dimanfaatkan secara optimal, namun sekarang sudah terintegrasi dengan alur hilirisasi” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan fungsi packing house menjadi bagian penting dalam memastikan nilai tambah tetap berada di tingkat petani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.