Dark/Light Mode

3 Komoditas Unggulan Lumajang Siap Sukseskan HDDAP

Rabu, 15 April 2026 12:30 WIB
Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Lajda. Foto: Kementan
Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Lajda. Foto: Kementan

 Sebelumnya 
Selanjutnya, di Desa Jambekumbu, Kelompok Tani Mawar Indah memanfaatkan bangsal pascapanen untuk mengolah hasil tersebut menjadi produk bernilai tambah.

Dengan alur ini, hilirisasi tidak hanya berhenti pada distribusi produk segar, tetapi juga mendorong pengolahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. Dengan kebutuhan pasar mencapai sekitar 1.500 ton dan kemampuan suplai sekitar 750 ton, peluang peningkatan produksi dan lahan masih sangat terbuka, hal ini sejalan dan dapat didukung langsung oleh program HDDAP.

Tidak hanya itu, hilirisasi di Kecamatan Gucialit juga menunjukkan pemanfaatan hasil samping yang optimal. Bahkan, batang pisang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga memberikan nilai tambah tambahan bagi petani sekaligus mengurangi potensi limbah di lapangan.

Baca juga : BRINS Sediakan Layanan Siaga Mudik Lebaran 2026

Hal ini memperkuat bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada produk utama, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan dalam keseluruhan rantai produksi. Kolaborasi dengan offtaker Sewu Segar Nusantara (SSN) juga menunjukkan hasil positif dalam menjaga kualitas pisang mas kirana agar sesuai dengan standar pasar.

Dengan adanya kepastian pasar, petani memiliki arah yang jelas dalam proses produksi, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas pasokan. Hal ini sekaligus memperkuat peran kelembagaan petani agar mampu menjembatani proses dari hulu hingga hilir secara lebih terstruktur.

Dari sisi teknis, kesiapan budidaya juga semakin matang. Penggunaan benih kultur jaringan untuk pisang kirana terus didorong, disertai pengendalian hama penyakit seperti layu fusarium melalui agen hayati Trichoderma yang telah diteliti oleh laboratorium di Tanggul.

Baca juga : Urat Nadi Konektivitas: Kesiapan PT Hutama Karya Sukseskan Mudik di Sumatera

Tantangan penularan melalui alat pertanian juga telah diantisipasi dengan upaya sterilisasi di lapangan. PIC Kabupaten Lumajang, Ircham Riyadi, memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah berjalan sesuai prosedur.

“Sebelum penanaman kita juga nanti ada sekolah lapang, jadi tidak perlu ragu, kegiatan ini akan berjalan,” ujarnya.

Kegiatan Training of Trainers (TOT) juga telah disiapkan dengan melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Menutup rangkaian kegiatan, seluruh pihak menegaskan pentingnya pengawalan dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Baca juga : Waspada Aritmia, Gangguan Irama Jantung Mematikan

Dengan kesiapan hilirisasi dan penguatan kelembagaan yang semakin matang, Kabupaten Lumajang optimistis program ini dapat berjalan optimal.

“Tujuan kita sama, mendukung kesejahteraan petani,” sebagai komitmen bersama dalam menyukseskan HDDAP secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.