Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tegaskan Jaminan Hak Beribadah
Stafsus Menag Buka Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara
Sabtu, 18 April 2026 09:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, membuka dialog bersama umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen pemenuhan hak beribadah sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dialog yang berlangsung pada Jumat (17/4/2026) malam di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, berjalan hangat selama lebih dari tiga jam, mulai pukul 21.00 hingga 24.00 WIB.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Suster Natalia Situmorang dan turut dihadiri sejumlah perwakilan umat, di antaranya Manotar Marbun, Bryan Roberto Mahulae, Denny G. Ompusunggu, serta Arman Surya Nicolas M yang datang dari Medan.
Dalam dialog itu, berbagai persoalan dan dinamika kehidupan beragama dibahas secara terbuka, khususnya terkait pentingnya menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga negara.
Baca juga : Menag Tegaskan Pentingnya Integrasi Nilai Spiritual dengan Perkembangan Sainstek
“Dialog ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa hak beribadah setiap warga negara benar-benar terjamin. Negara hadir untuk semua,” ujar Gugun.
Ia menegaskan, Kementerian Agama memiliki mandat untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan keharmonisan sosial.
Karena itu, setiap persoalan yang muncul perlu diselesaikan melalui pendekatan dialog yang terbuka dan dilandasi sikap saling menghormati.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa poin penting:
1. Negara melalui Kemenag wajib menjamin pemenuhan hak beribadah setiap warga negara.
Baca juga : Pertagas Maknai 19 Tahun Dengan Rangkaian Aksi Sosial
2. Dialog menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.
3. Sikap saling menghormati antarumat beragama merupakan kunci menjaga kerukunan.
4. Kementerian Agama siap menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hingga tuntas.
“Kami mendorong semua pihak untuk mengedepankan komunikasi yang terbuka. Dengan dialog, kita bisa menemukan titik temu,” tutur Gugun.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus hadir sebagai fasilitator dialog sekaligus penguat kebijakan yang menjamin perlindungan hak beragama di tengah dinamika masyarakat.
Baca juga : Mendag Telusuri Pasar Yang Kerek Harga Ayam
“Komitmen kami jelas, memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan bermartabat, sekaligus menjaga Indonesia tetap rukun dalam keberagaman,” tutupnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya