Dark/Light Mode

Bicara Perdamaian Di Vatikan

Suara Bergetar, Menag Kenang Paus Fransiskus

Rabu, 29 Oktober 2025 07:00 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berbicara di Forum Internasional untuk Perdamaian Daring Peace yang digelar Komunitas Sant’ Egidio di Vatikan, Senin (27/10/2025). (Foto: Instagram nasaruddin_umar)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berbicara di Forum Internasional untuk Perdamaian Daring Peace yang digelar Komunitas Sant’ Egidio di Vatikan, Senin (27/10/2025). (Foto: Instagram nasaruddin_umar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berbicara di Forum Internasional untuk Perdamaian Daring Peace yang digelar Komunitas Sant’ Egidio di Vatikan, Senin (27/10/2025). Dalam forum lintas agama itu, Nasaruddin menyampaikan pesan tentang persaudaraan dan perdamaian dunia. Dia juga mengenang persahabatannya dengan mendiang Paus Fransiskus yang disebutnya sebagai sosok penuh kasih dan rendah hati.

Momen itu membuat banyak peserta ikut terharu, mengenang Paus Fransiskus yang disebut sebagai teladan kasih dan kemanusiaan. Nasaruddin menceritakan, saat mendengar kabar duka dari Vatikan, dia awalnya tak percaya.

“Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers Kemenag.

Baca juga : OSO: Banyak Tokoh Akan Gabung Hanura

Dia juga mengaku menerima kabar wafatnya Paus Fransiskus hanya beberapa jam setelah mendapat undangan untuk berbicara di forum tersebut.

“Saya berharap bisa bertemu beliau di acara ini. Ada begitu banyak kenangan tak terlupakan. Bahkan saat melihat foto kami, ketika saya mencium keningnya dan beliau mencium tangan saya, saya merasa seolah beliau masih bersama kami,” ujarnya.

Saat dua foto bersejarah itu terpampang di layar, mata Nasaruddin tampak berkaca dan terdiam sejenak.

Baca juga : Idrus Menganggap Meme Bahlil Bentuk Penghinaan

“Maaf, saya sangat emosional saat ini,” ucapnya dengan suara bergetar.

Dia mengaku merasakan ketulusan dan kedalaman kasih Paus Fransiskus saat berjabat tangan. “Itu bukan sekadar gestur seremonial, melainkan pengalaman spiritual tentang persaudaraan umat manusia,” tuturnya.

Nasaruddin juga mengenang percakapannya dengan Paus Fransiskus yang menyinggung Ensiklik Fratelli Tutti.

Baca juga : Produksi Migas Naik Jadi 607 Ribu Barel Per Hari, Menteri Bahlil Happy

Dalam perbincangan itu, Paus menekankan pentingnya menjadi saudara bagi semua, melampaui batas agama, ras, dan bangsa.

Dia lalu menjelaskan bahwa ajaran Islam pun menegaskan hal serupa tentang persaudaraan manusia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.