Dark/Light Mode

Ekonom Ramal BI Rate Bertahan Di 5 Persen, Potensi Turun Di Akhir Tahun

Selasa, 16 September 2025 22:46 WIB
Ekonom Senior Ryan Kiryanto. (Foto: FB/Ryan Kiryanto)
Ekonom Senior Ryan Kiryanto. (Foto: FB/Ryan Kiryanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 September 2025. Ekonom Senior LPPI Ryan Kiryanto memprediksi, BI masih akan menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5 persen.

Ryan menyebut, keputusan itu mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang masih on track, serta kebijakan fiskal yang agresif dan pro growth. Salah satunya, lewat penempatan dana Rp200 triliun di Bank Himbara dan BSI.

Baca juga : Targetkan Pertumbuhan Capai 5,4 Persen, APBN 2026 Jadi Mesin Tempur Perekonomian

Selain itu, BI juga menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi dalam target 2,5% ± 1, serta mengantisipasi langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kemungkinan menahan atau memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,35 persen.

“Bertahannya BI Rate di 5 persen tetap mengindikasikan stance kebijakan yang pro pertumbuhan, tanpa mengendurkan stance pro stabilitas,” kata Ryan, dalam pesan singkatnya, Selasa (16/9/2025).

Baca juga : Herman Khoeron: Kalau Daya Beli Turun, Harus Dibuktikan Oleh BPS

Ryan menambahkan, BI telah cukup agresif menurunkan suku bunga pada bulan lalu. Karena itu, keputusan kali ini bisa disebut sebagai masa jeda (pausing period).

Namun, peluang penurunan BI Rate masih terbuka. “BI berpotensi menurunkan satu kali lagi BI Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen hingga akhir tahun, bila data makroekonomi dan moneter domestik serta faktor eksternal mendukung,” jelas Ryan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.