Dark/Light Mode

Kunjungi Kampung Padat Di Menteng

Ara Kebut Bedah Rumah Dan Bantu Usaha Warga

Minggu, 26 April 2026 07:00 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) meninjau progres penataan kawasan Menteng Tenggulun di Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO/YU
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) meninjau progres penataan kawasan Menteng Tenggulun di Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO/YU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali mengunjungi kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). Kehadiran rombongan Kementerian PKP untuk meninjau progres program bedah rumah, sekaligus mendorong kebangkitan usaha kecil warga setempat.

Siang itu, suasana kampung mendadak ramai. Warga berdiri di kanan kiri lorong sempit. Anak-anak ikut berdatangan, sementara beberapa warga mengangkat ponsel untuk merekam kedatangan rombongan.

Ara-sapaan akrab Maruarar Sirait, tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB. Dia disambut sejumlah pihak terkait yang sudah menunggu di pintu masuk gang. Bersama rombongan, Ara langsung menyusuri gang sempit.

Menteri asal Partai Gerindra itu mengenakan helm proyek putih, kemeja putih lengan pendek, celana gelap dan sepatu lapangan. Dia bergerak cepat dari satu titik ke titik lain, sesekali menyapa warga yang mendekat.

Di sela kegiatan itu, Ara melihat papan besar desain penataan lingkungan. Di papan tersebut tergambar rencana jalur lingkungan, area usaha, hingga pembenahan akses warga. Suasana berubah seperti rapat terbuka di tengah kampung padat penduduk.

Setelah itu, dia masuk ke beberapa rumah yang sedang direnovasi. Material bangunan menumpuk di sudut gang. Suara cetok dan bor terdengar bersahutan. Para tukang bekerja hati-hati di ruang sempit yang diapit tembok rumah rapat.

Baca juga : Pulang Ke Indonesia, TSK Kasus Kuota Haji Langsung Dicekal KPK

Ara mengatakan, bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mesti berjalan sesuai rencana. Bukan hanya cepat, tetapi benar-benar diperbaiki dengan standar sehat dan layak huni.

“Nanti atap rumah jangan pakai seng atau asbes,” ujarnya. Dia menegaskan, atap rumah harus memakai genteng agar lebih aman dan nyaman ditempati. Bahkan, Ara meminta genteng didatangkan dari sentra produksi seperti Majalengka dan Jatiwangi agar sekaligus menggerakkan usaha rakyat.

“Harus pakai genteng dari Majalengka dan Jatiwangi,” katanya.

Penataan kawasan padat penduduk itu, lanjut dia, bukan hanya untuk menghadirkan hunian layak. Program ini juga disiapkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Menurutnya, pembangunan rumah rakyat seharusnya ikut menghidupkan rantai ekonomi nasional. Bahan bangunan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu diprioritaskan agar manfaat program dirasakan lebih luas.

Sebab itu, program di Menteng Tenggulun tidak berhenti pada bedah rumah. Ara ingin pelaku UMKM di sekitar kawasan ikut naik kelas. “Kami juga ingin UMKM warga ikut berkembang,” tutur Ara.

Dia menjelaskan, kawasan yang tertata rapi berpotensi membuka usaha baru. Warung makan, jasa laundry, kedai kopi, toko kelontong, hingga usaha kreatif warga bisa tumbuh jika lingkungan berubah lebih baik.

Baca juga : Menkop: Kopdes Jadi Kunci Pangan Mandiri Tanpa Impor

Sebanyak 152 rumah masuk target renovasi dalam program tersebut. Perbaikan dilakukan dengan pendekatan gotong royong melalui kolaborasi banyak pihak, mulai dari swasta, arsitek, perbankan, hingga unsur angkatan laut (TNI AL).

Dia menargetkan seluruh pekerjaan rampung pertengahan Juni 2026. Dia meminta progres pembangunan dilaporkan rinci agar pengawasan berjalan jelas. “Target selesai 15 Juni,” tegas mantan legislator ini.

Selain rumah, pembenahan mencakup jalan lingkungan, sanitasi, jembatan kecil, dan fasilitas pendukung lain. Di salah satu sudut kawasan, pagar jembatan sudah dicat hitam kuning dan terlihat lebih rapi dibanding sebelumnya.

Dinding rumah di beberapa lorong juga mulai dicat ulang. Kawasan yang dulu dikenal kusam perlahan berubah wajah. Warga tampak antusias mengikuti kunjungan tersebut. Seorang ibu rumah tangga berdiri di depan rumah sambil tersenyum saat Ara menyapanya.

Ara menilai, keberhasilan program bukan hanya soal bangunan selesai. Yang lebih penting, warga menjaga lingkungan agar tidak kembali kumuh setelah ditata. “Kalau sudah bagus, harus dijaga bersama,” katanya.

Dia optimistis Menteng Tenggulun bisa menjadi contoh nasional untuk penataan kawasan padat berbasis gotong royong. Jika berhasil, pola serupa akan diterapkan di kota lain. “Bisa jadi contoh untuk Bandung, Medan dan daerah lain,” ujarnya.

Baca juga : Polemik Anak Bupati Jadi Kepala Dinas, DPRD Malang Sidang BKPSDM & Baperjakat

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengapresiasi langkah cepat Kementerian PKP. Menurutnya, perubahan Menteng Tenggulun bisa melahirkan potensi ekonomi baru. Kawasan itu diyakini dapat berkembang menjadi tujuan wisata kampung kota setelah penataan selesai. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai menarik bagi masyarakat luar. “Setelah renovasi, ini bisa jadi tempat wisata warga,” katanya.

Dia mengatakan, peluang itu hanya akan berjalan jika warga kompak menjaga kebersihan dan mendukung proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

Selain di Menteng Tenggulun, Ara sehari sebelumnya juga meninjau program serupa di Johar Baru, Jakarta Pusat. Di sana, 500 rumah direnovasi dan progresnya telah mencapai sekitar 80 persen. Sebanyak 441 unit sudah rampung, sementara 59 unit lain masih dikerjakan dan ditargetkan selesai akhir Mei. Pemerintah juga mendorong 38 UMKM setempat mendapat dukungan etalase usaha dan akses pembiayaan.

Menurut Ara, rumah layak harus berjalan beriringan dengan ekonomi keluarga yang kuat. Karena itu, program perumahan akan terus dikaitkan dengan pemberdayaan warga. “Rumah yang layak harus diiringi ekonomi keluarga kuat,” harapnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 26 April 2026 dengan judul "Kunjungi Kampung Padat Di Menteng Ara Kebut Bedah Rumah Dan Bantu Usaha Warga"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.