Dark/Light Mode

Gandeng Mensaintekdikti, Menteri Jumhur Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2028

Rabu, 29 April 2026 20:30 WIB
Hanif Faisol Nurofiq resmi menyerahkan jabatannya kepada Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup LH. Serah terima jabatan sertijab dilakukan di gedung Kementerian LH, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026). (Foto: Ist)
Hanif Faisol Nurofiq resmi menyerahkan jabatannya kepada Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup LH. Serah terima jabatan sertijab dilakukan di gedung Kementerian LH, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan permasalahan pengolahan sampah di Indonesia pada tahun 2028. Target ambisius ini didukung oleh sinergi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemensaintekdikti).

"Tahun 2028, insyaallah kita selesai dengan urusan ini. Presiden telah memastikan ini menjadi program prioritas nasional. Semua kementerian akan bekerja ke arah solusi tersebut," ujar Jumhur di Gedung Kementerian LH, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Menteri LH M. Jumhur Hidayat berbincang dengan Menteri Saintek Dikti Brian Yuliarto di Gedung Kementerian LH sesaat setelah acara pelepasan dan serah terima Menteri LH Rabu, (29/4/2026).

Tiga Poin Utama Kerja Sama

Baca juga : Gelar Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Siapkan Mitigasi Dampak Eskalasi Global

Dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga kesepakatan strategis yang dihasilkan untuk mempercepat penanganan sampah, Sinergi Kajian dan Pelaksanaan: Kemensaintekdikti akan berperan sebagai penyedia kajian ilmiah dan teknologi, sementara Kementerian LH bertindak sebagai pelaksana di lapangan.

Proyek Percontohan: Pemerintah akan segera membuat model percontohan pengolahan sampah sebagai bentuk gerak cepat di berbagai wilayah.

Baca juga : Great Institute: Menteri Jumhur Bakal Bertarung Lawan Perusak Lingkungan

Kolaborasi Antarlembaga: Memperkuat koordinasi berkelanjutan antara kementerian dan lembaga terkait guna memastikan solusi lingkungan yang komprehensif.

Dorong Inovasi Masyarakat

Jumhur juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis masyarakat, seperti pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, genteng, hingga paving block.

Baca juga : PTPN Gandeng Pertamina Dan Medco Kembangkan Bioetanol Dukung Target E20 2028

"Hasil RDF itu bagus dan multifungsi. Kami akan terus mendorong dan menyambut baik setiap gerakan masyarakat yang memiliki inovasi pengolahan sampah. Pemerintah memastikan akan hadir untuk mengeksplorasi ide-ide tersebut agar menjadi kenyataan," pungkasnya.

Dengan integrasi antara riset dari Kemensaintekdikti dan eksekusi dari Kementerian LH, pemerintah optimistis mata rantai persoalan sampah yang selama ini membebani lingkungan dapat terputus dalam dua tahun ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.