Dark/Light Mode

Wamen Fajar Minta Wisudawan Mu`allimin Pegang Teguh Pesan Buya Syafii

Minggu, 10 Mei 2026 18:08 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberi pidato kebangsaan di Wisuda ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad (10/5/2026). Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberi pidato kebangsaan di Wisuda ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad (10/5/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meneguhkan enam pesan almarhum Ahmad Syafii Maarif kepada para wisudawan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta sebagai bekal menghadapi dunia yang berubah cepat akibat revolusi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Pesan itu disampaikan Fajar saat memberikan pidato kebangsaan dalam Haflah Takharruj atau wisuda Angkatan ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 di Convention Hall Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ahad (10/5/2026).

Dalam pidatonya, Fajar mengulas kembali enam pesan Buya Syafii Maarif yang pernah disampaikan kepada siswa Mu’allimin pada forum Darul Arqam Purna Mu’allimin Yogyakarta tahun 2021.

“Siapkan diri, lapangkan dada, jangan mudah marah, jangan mudah putus asa. Hadapi masyarakat dengan kepala tegak, sampaikan pesan Islam itu dengan bahasa hati,” ujar Fajar.

Menurut dia, pesan Buya Syafii kini semakin relevan di tengah derasnya media sosial, krisis keteladanan, dan persoalan kesehatan mental yang banyak dialami generasi muda.

Baca juga : Wamen Fajar: PID Bukti Komitmen Presiden Prabowo Bangun SDM Sejak Dini

“Pesan Buya siapkan diri itu berarti anak-anakku semua harus menyiapkan mental. Lapangkan dada karena ketika terjun ke masyarakat, kita akan menghadapi dunia yang lebih luas, lebih beragam, bahkan lebih keras,” katanya.

Fajar menilai enam pesan tersebut bukan sekadar nasihat pribadi, melainkan panduan moral agar kader Mu’allimin mampu berdiri tegak di tengah perubahan zaman.

Dia juga mengingatkan pentingnya ketangguhan mental di tengah tekanan media sosial dan perubahan pola pergaulan.

“Anak-anakku sekalian, jangan mudah putus asa. Jadilah kader petarung. Kita harus punya resiliensi, punya kepercayaan diri, dan ketangguhan mental,” pesannya.

Di tengah pidatonya, Fajar menyinggung kabar dari Korea Selatan tentang robot humanoid berbasis AI yang digunakan di kuil untuk memberi panduan moral kepada umat.

Baca juga : Wamen Fajar: Sekolah Rakyat Wujudkan Filosofi Presiden, Muliakan Wong Cilik

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan teknis.

“Kalau hanya mengejar kecerdasan teknis, robot bisa menggantikannya. Tetapi yang tidak tergantikan adalah hati manusia. Di situlah letak nilai dan keistimewaan kita,” tegasnya.

Fajar mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar mencari informasi, melainkan kemampuan menyaring informasi dan belajar cepat.

“Hari ini yang dibutuhkan bukan hanya mendapatkan informasi, tetapi kemampuan menyaring informasi. Seberapa cepat kita belajar dan beradaptasi menjadi sangat penting,” katanya.

Dia juga meminta kader Mu’allimin berani berdiaspora ke berbagai bidang tanpa kehilangan jati diri.

Baca juga : Amerika Kerahkan Kapal Perang, Timteng Membara

“Perluas rentang pergaulan, berdiaspora di berbagai tempat, tetapi tetap punya jati diri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Mu’allimin dan Mu’allimaat harus terus menjadi model pendidikan kader Muhammadiyah yang relevan di setiap zaman.

Menurut Haedar, jejak perjuangan Ahmad Dahlan menjadi teladan penting bagi kader Muhammadiyah untuk terus bergerak melampaui zaman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.