Dark/Light Mode

Mendes Yandri: Program TEKAD Terbukti Dongkrak Ekonomi Desa

Selasa, 19 Mei 2026 17:04 WIB
Foto: Humas Kemendes PDT.
Foto: Humas Kemendes PDT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Program tersebut dinilai mampu memperkuat ekonomi warga sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara Indonesia Timur dan Barat.

Mendes Yandri mengungkapkan, program TEKAD difokuskan untuk daerah yang membutuhkan afirmasi di 1.110 desa, 25 kabupaten, dan 9 provinsi.

Program TEKAD dinilai mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Mendes Yandri saat membuka Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Program TEKAD, Senin (18/5/2026).

Baca juga : Logis 08: Koperasi Merah Putih Bukti Prabowo Bangun Ekonomi Desa

“Program TEKAD ini memberdayakan masyarakat di kampung-kampung dengan pendekatan sesuai potensi masing-masing,” kata Yandri.

Menurut Yandri, program tersebut juga mendorong terbentuknya desa-desa tematik guna mendukung program Makan Bergizi Gratis, seperti Desa Buah-buahan, Desa Ayam Petelur, hingga Desa Ikan Nila.

Selain itu, desa-desa yang memiliki potensi unggulan seperti kemiri, kopi, dan vanili didorong menjadi Desa Ekspor. Program tersebut juga menjadi salah satu prioritas Kemendes PDT.

“Program ini benar-benar diperuntukkan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di lokus TEKAD karena tujuannya mendekatkan kesenjangan antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Yandri mengatakan, manfaat Program TEKAD telah dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Baca juga : Qodari: Program MBG Jadi Penggerak Roda Ekonomi

Karena itu, ia akan meminta International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk melanjutkan kolaborasi program tersebut.

“Program tetap menyasar kampung yang memiliki potensi bagus tetapi belum maksimal,” katanya.

Ia berharap, Workshop Nasional tersebut menghasilkan komitmen bersama dalam pemberdayaan dan pendampingan masyarakat desa.

Dalam kesempatan itu, Yandri juga meninjau sejumlah produk unggulan dari daerah lokus TEKAD, seperti kopi, kemiri, sagu, dan vanili.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani melaporkan, penerima manfaat Program TEKAD mencapai 165.370 rumah tangga, 330.740 penerima layanan, dan 744.165 anggota keluarga.

Baca juga : Fornas PIM Dorong Perempuan Masuk Ekonomi Digital

Pada 2026, program yang dijalankan antara lain pendampingan pelaksanaan program oleh tenaga pendamping profesional mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Selain itu, terdapat bantuan stimulan berupa Demonstration Plot, Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD), serta Investment Fund atau Dana Investasi.

“Selain itu, ada program peningkatan kapasitas dan kerja sama,” ujar Tabrani.

Workshop tersebut turut dihadiri Country Programme IFAD Yumi Sakata, para kepala daerah yang menjadi lokus TEKAD, kepala dinas, dan anggota DPRD.

Mendes Yandri juga didampingi Kepala BPSDM Agustomi Masik, Staf Ahli Sugito, serta Staf Khusus Fahad Attamimi dan Andi Rahma.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.