Dark/Light Mode

Mendikdasmen Minta Lulusan UMJ Jadi Intelektual Solutif

Sabtu, 23 Mei 2026 21:32 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2026 UMJ di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Dok. UMJ
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2026 UMJ di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Dok. UMJ

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak lulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi generasi intelektual yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2026 sesi kedua UMJ di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan UMJ serta para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan mulai dari jenjang sarjana, magister hingga doktor.

“Pada kesempatan ini, secara pribadi dan atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta, saya menyampaikan selamat kepada Bapak Rektor beserta seluruh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta,” kata Mu'ti.

Baca juga : Harkitnas, Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK-LKP ke Dunia Kerja Internasional

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menegaskan, wisuda tidak boleh dipandang sekadar seremoni akademik, melainkan menjadi titik awal memasuki fase baru kehidupan dan karier profesional.

“Wisuda bukanlah sekadar sebuah seremoni, melainkan momentum penting sekaligus titik awal bagi saudara-saudara untuk melangkah menuju perjalanan baru dalam kehidupan dan karier profesional,” ungkap Mu'ti.

Menurut Mu’ti, para lulusan memiliki tanggung jawab besar karena telah memperoleh akses ilmu pengetahuan dan kesempatan yang lebih baik dibanding banyak orang lain. Karena itu, kaum intelektual dituntut hadir untuk menjawab tantangan bangsa melalui gagasan, inovasi, dan karya nyata.

Ia menyinggung pesan yang kerap disampaikan Presiden RI, agar akademisi dan ilmuwan tidak berjarak dari realitas masyarakat, tetapi berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Baca juga : Kemendikdasmen Gelontorkan Rp 2,9 T untuk Sekolah Terdampak Bencana Sumatera

“Kita tidak dapat memungkiri bahwa masih banyak persoalan di negeri ini. Namun persoalan tersebut dapat diselesaikan apabila para intelektual hadir dan mengambil peran melalui gagasan, inovasi, dan karya nyata,” ujarnya.

Mu’ti juga menyampaikan pesan moral kepada para lulusan agar tidak hanya terpaku pada kritik terhadap keadaan, tetapi berupaya menghadirkan perubahan.

“Jika di sekitarmu gelap, jangan hanya menyalahkan kegelapan dan meratapinya. Jika di sekitarmu gelap, nyalakanlah cahaya. Dan itulah sesungguhnya peran yang harus dilakukan oleh para intelektual,” pesannya.

Mu’ti mengaku telah banyak bertemu dengan alumni UMJ di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Menurutnya, para alumni tersebut menunjukkan kualitas sebagai intelektual sekaligus profesional yang berdedikasi tinggi bagi bangsa dan negara. Karena itu, ia meminta seluruh lulusan terus menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

Baca juga : Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah-Pendidikan Berkualitas untuk Memuliakan Murid

“Saya telah berkesempatan berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke beberapa negara, dan bertemu dengan alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta. Mereka tidak hanya menjadi intelektual yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi profesional yang berdedikasi tinggi bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.