Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Warga memadati layanan paspor Car Free Day (CFD) Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di depan Wisma KEIAI, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026). Selain para pemohon paspor, pengunjung CFD pagi itu juga antusias bertanya-tanya di depan stand yang memamerkan produk makanan warga binaan di lingkungan Ditjen Pemasyarakatan. Di antaranya, stand Chicken Jepun. Kuliner katsu atau nugget itu makanan khas Jepang yang dipadukan rempah-rempah Nusantara. Banyak yang kaget, frozen food sebagai menu pendamping outlet ayam geprek, kantin dan cafe itu ternyata dimiliki oleh eks warga binaan terorisme bernama Jamaludin (49). Dia telah bebas dari Lapas Khusus Kelas IIB, Sentul, Bogor.
"Saya masuk 2022, menjelang pemilu. Kasus menerobos Istana Merdeka, walaupun awalnya nggak nyangka jadi kasus seperti itu. Nah, vonisnya 4 tahun, tapi jadi cuma 2 tahun 2 bulan karena berkelakuan baik di sana," buka Jamaludin.
Selama setahun sejak keluar bui, dia sempat luntang-lantung tak punya pekerjaan dan penghasilan. Jamaludin lantas mengingat-ingat masa-masa 'bersekolah' di Lapas Sentul. "Saya buka lagi semua ingatan dan catatan selama pembinaan," tukasnya.
Baca juga : Kapolri: Polri Sudah Bangun 33 Dapur MBG Di Wilayah 3T
Qadarullah, pengalaman di Lapas Sentul membulatkan tekad Jamaludin untuk merintis bisnis makanan olahan. "Alhamdulillah. Terbantu dengan lingkungan positif sejak saya pulang ke rumah. Alhamdulillah, Chicken Jepun ini sudah berjalan 1 tahun. Ini murni dari Lapas Sentul, dari kesekian ilmu di antaranya pembuatan frozen food," ungkapnya.
Jamaludin mulai bereksperimen bersama keluarganya untuk mengembangkan produk berbahan dasar ayam olahan. Ia ingin membuat sesuatu yang berbeda dari nugget atau katsu yang sudah banyak di pasaran. Dari proses itu, lahirlah Chicken Jepun.
"Kalau nugget sudah umum. Kalau katsu itu fillet. Kalau ini olahan, tapi mirip katsu. Akhirnya kami cari nama yang unik, jadilah Chicken Jepun," jelasnya seraya tersenyum.
Baca juga : Usai Kena PHK, Suranto Temukan Harapan Baru Di Dapur MBG
Usaha kecil yang awalnya hanya memproduksi sekitar dua kilogram per hari kini berkembang pesat. Bahkan bisnisnya moncer dengan omzet puluhan hingga ratusan juta. Kini, Jamaludin telah menyuplai makanan olahannya ke 50 restoran dan kafe di Jabodetabek. Belum cukup, produknya juga telah sampai ke sejumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang mendistribusikan MBG (Makan Bergizi Gratis).
"Akhirnya kita masuk di beberapa outlet, alhamdulillah sudah punya 50 cabang. Dan alhamdulillah, kita sudah masuk dapur MBG, kurang lebih 7 dapur, dan sudah masuk lagi 10 dapur lagi. Kurang lebih ada 17, Insya Allah masuk lagi," beber Jamaludin.
Dia juga telah membuka lapangan kerja untuk 13 karyawan. Bahkan, dipastikan bertambah lagi dalam waktu dekat.
Baca juga : Anjlok Hampir 7 Persen Dalam Sepekan, IHSG Terpuruk Lagi
"Hari ini 13 orang. Ini sudah buka lowongan lagi, sudah masuk ada 20 tapi kita seleksi kurang lebih 10 lagi. Bulan depan kita nambah 10 karyawan lagi karena sudah diperbesar," tuntas Jamaludin.
Namun hal terpenting baginya bukan semata cuan dan bisnis. Melainkan kesempatan membantu sesama mantan warga binaan yang kerap kesulitan memulai hidup baru. "Banyak alumnus Lapas Sentul bingung mau kerja apa. Akhirnya saya tawarkan gabung," tukasnya.
Status Jamaludin kini klien pemasyarakatan di bawah pembinaan Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara. Masih harus wajib lapor, semua dilakoninya sebagai proses kembali beradaptasi di tengah masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya