Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kawal Ekosistem Dari Hulu Ke Hilir
Bappenas Siapkan Peta Penguatan Industri Sawit
Selasa, 9 Juni 2026 07:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyiapkan peta besar penguatan industri sawit nasional. Fokusnya mengawal hilirisasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memastikan industri sawit berkembang secara berkelanjutan.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan penguatan industri sawit merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Percepatan Penguatan Tata Kelola, Hilirisasi, dan Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit.
" Arahan Bapak Presiden ini sangat penting untuk segera kita tindak lanjuti," ujar Rachmat saat menerima audiensi Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani di Jakarta, Senin (9/6/2026).
Rachmat menegaskan, pengembangan industri sawit membutuhkan sinergi kuat antara sektor hulu (on farm) dan sektor hilir (off farm). PT Agrinas Palma Nusantara berfokus pada penguatan sektor hulu, sedangkan Bappenas mendapat tugas mengawal kebijakan hilirisasi.
"Pengembangan off farm tidak dapat berjalan tanpa dukungan on farm. Karena itu, kita harus kompak," katanya.
Baca juga : Kemenperin Perkuat Transformasi Industri
Ia mengungkapkan, salah satu pekerjaan besar yang harus segera dibenahi adalah penyusunan data sawit nasional. Luas lahan sawit saat ini tercatat sekitar 17 juta hektare, namun estimasi di lapangan diperkirakan bisa jauh lebih besar.
Karena itu, Bappenas mendorong penyusunan data tunggal sawit nasional bersama Badan Pusat Statistik (BPS) agar kebijakan yang disusun memiliki dasar yang akurat.
Selain pembenahan data, Pemerintah juga akan memperkuat kemitraan dengan petani sawit. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mendorong produktivitas nasional.
Rachmat menilai model pengembangan berbasis koperasi perlu diperluas agar nilai tambah industri sawit tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pekebun rakyat.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengembangan industri sawit. Pengolahan sawit ke depan diarahkan lebih efisien, rendah emisi, dan tetap memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Baca juga : Kakorlantas Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Pendekatan Humanis
"Pemerintah akan menyusun kerangka besar penguatan tata kelola dan ekosistem agribisnis kelapa sawit yang berlandaskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," ujarnya.
Rachmat kemudian menyoroti pentingnya hilirisasi berbasis riset dan inovasi. Menurutnya, masa depan industri sawit Indonesia tidak lagi bertumpu pada ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan tandan buah segar (TBS).
Ia mengaku telah membahas upaya pengembangan industri sawit nasional bersama sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Institut Pertanian Bogor. Bappenas mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri sawit.
"Kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit. Dari sinilah sebenarnya perguruan tinggi harus berhubungan dan mengambil peran strategis," katanya.
Rachmat menjelaskan, potensi sawit jauh lebih besar dibanding sekadar komoditas ekspor. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, satu tandan sawit dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi, mulai dari kosmetik, suplemen kesehatan, hingga material komposit untuk kebutuhan industri modern.
Baca juga : Bali United Bidik Kemenangan di Laga Penutup Musim
"Sudah waktunya kita tidak hanya menjual CPO atau TBS saja," tegasnya.
Ia berharap pusat studi sawit di IPB terus diperkuat sebagai motor penggerak inovasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, Pemerintah, dan pelaku industri diyakini dapat mempercepat transformasi sektor sawit menuju industri berbasis teknologi, inovasi, dan nilai tambah tinggi.
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Sudrajat, mengatakan kampusnya tengah menyiapkan berbagai skema kerja sama pengelolaan kebun sawit yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Salah satu skema yang disiapkan adalah pengelolaan kebun sawit berbasis profesional dengan melibatkan praktisi industri," jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya