Dark/Light Mode

Melalui Forum BRICS 2026

Kemenperin Perkuat Transformasi Industri

Sabtu, 6 Juni 2026 07:21 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : kemenperin)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat transformasi industri nasional melalui kerja sama internasional. Salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 yang digelar di Xiamen, China.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mempercepat digitalisasi industri, pengembangan manufaktur cerdas. “Ini mendorong pengembangan industri hijau yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Forum yang mempertemukan negara-negara BRICS, yakni Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, beserta negara mitra tersebut membahas berbagai isu strategis. Mulai dari kecerdasan artifi sial, big data, Internet of Things, robotika industri, hingga pengembangan ekosistem inovasi digital.

Baca juga : IIW Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Dan Investasi

Menurut Agus, kerja sama tersebut sejalan dengan agenda Making Indonesia 4.0 yang menjadi peta jalan transformasi industri nasional. Melalui kolaborasi internasional, Indonesia diharapkan dapat memperluas akses teknologi dan investasi, sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Tri Supondy mengatakan, forum yang digelar pada 28 Mei 2026 itu menunjukkan pen tingnya sinergi antarnegara BRICS dalam menciptakan transformasi industri yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar kerja sama di bidang Arti fi cial Intelligence (AI) Internet of Things, Big Data, industrial robotics hingga digital  standardization untuk memperkuat keterhubungan industri di antara negaranegara BRICS,” kata Tri.

Baca juga : Siap Hadapi Timor-Leste, 7 Pemain Persija Perkuat Timnas U-19

Selain penguatan teknologi, Kemenperin juga mendorong pengembangan startup industri dan ekosistem inovasi digital guna mempercepat transformasi industri kecil dan menengah.

Dalam implementasi Making Indonesia 4.0, Kemenperin telah menjalankan berbagai program strategis, seperti pendampingan transformasi digital, pengembangan pusat kapabilitas industri 4.0, serta penguatan talenta industri. Salah satu program yang terus diperluas adalah E-Smart IKM.

Program tersebut telah membantu lebih dari 20 ribu pelaku industri kecil dan menengah memanfaatkan platform digital untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk. Ke depan, Kemenperin membuka peluang kerja sama BRICS di bidang pendidikan digital, pelatihan industri, program Training of Trainers, hingga pengembangan platform pembelajaran digital bersama.

Baca juga : Menhaj Antar Kepulangan Perdana Jemaah Haji Indonesia

Melalui Forum BRICS PartNIR 2026, Pemerintah berharap kolaborasi di bidang teknologi, investasi, inovasi dan pertukaran pengetahuan semakin diperkuat untuk mendukung pertumbuhan industri nasional yang cerdas, hijau dan berdaya saing global. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.