Dark/Light Mode

Turis Asing Ke RI Naik 8,24%, Devisa Pariwisata Tembus Rp 68 T

Rabu, 17 Juni 2026 20:18 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudi/RM)
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja positif sepanjang 2026 yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan devisa pariwisata sebesar 6,3 persen.

"Peningkatan jumlah kunjungan yang diiringi peningkatan pengeluaran ini mendorong pertumbuhan devisa pariwisata," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata per 14 Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.

Menurut Qodari, peningkatan kunjungan wisatawan asing menunjukkan daya tarik destinasi wisata Indonesia tetap kuat meskipun dunia masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global.

Baca juga : Rupiah Makin Melemah, Pagi Ini Tembus Rp 17.614 Per Dolar AS

"Pertumbuhan ini tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, didukung oleh strategi pemasaran yang adaptif melalui optimalisasi pasar jarak dekat dan menengah," ujarnya.

Selain jumlah kunjungan yang meningkat, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara juga mengalami kenaikan. Pada triwulan I-2026, rata-rata belanja wisatawan asing mencapai 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp 22,68 juta per kunjungan.

Nilai tersebut meningkat 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1.277,17 dolar AS atau sekitar Rp 20,89 juta per kunjungan.

Kenaikan jumlah wisatawan dan pengeluaran per kunjungan tersebut turut mendorong pertumbuhan devisa sektor pariwisata. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata per 22 Mei 2026, devisa pariwisata pada triwulan I-2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau setara Rp 68,28 triliun.

Baca juga : Harga Emas Antam Ngegas Lagi, Naik Rp 30 Ribu Per Gram, Tembus Rp 2,92 Juta

Nilai itu meningkat 6,3 persen dibandingkan triwulan I-2025 yang sebesar 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp 62,29 triliun.

Sementara itu, dari sisi wisatawan domestik, aktivitas perjalanan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan.

Angka tersebut meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 410,99 juta perjalanan.

Qodari mengatakan sektor pariwisata juga terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan I-2026, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan berada pada kisaran 4,01 persen hingga 5 persen atau setara Rp 248,11 triliun hingga Rp 309,36 triliun.

Baca juga : Emas Antam Ngamuk Lagi! Harganya Tembus Rp 3 Juta Per Gram

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan pariwisata tetap menjadi salah satu sektor yang mampu menghasilkan devisa, mendorong aktivitas ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.

"Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan tangguh, baik dari sisi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Qodari.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.