Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Mensesneg: Tak Ada Perusahaan Otomotif Hengkang Dari Indonesia ke Vietnam
Jumat, 26 Juni 2026 15:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Prasetyo Hadi menegaskan, tidak ada perusahaan otomotif yang hengkang dari Indonesia ke Vietnam. Penegasan ini disampaikan Mensesneg, menanggapi kabar dua perusahaan otomotif di Jawa Timur akan memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.
"Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan, bahwa rencana perpindahan itu sementara bisa ditunda. Artinya, tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca juga : Menggugat Tirani Narkotika: Perisai Pancasila & Kebangkitan Generasi Emas Indonesia
Prasetyo kemudian menjelaskan ikhwal perusahaan tersebut berencana hengkang ke Vietnam. "Kedua perusahaan itu (berencana) pindah karena prinsipal atau investornya memutuskan ingin mengurangi atau memindahkan investasinya. Jadi memang, sekali lagi, permasalahan dari setiap perusahaan memang berbeda-beda," bebernya.
Prasetyo mengklaim, laporan batalnya rencana pemindahan perusahaan tersebut ke Vietnam merupakan hasil kerja awal Tim Satgas Mitigasi Bencana.
Baca juga : 66 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Tanah Air
"Kami berusaha sedini mungkin melakukan deteksi, sedini mungkin melakukan mitigasi dan mencari jalan keluar dari perusahaan-perusahaan yang timbul," ujar Prasetyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya