Dark/Light Mode

Kemendiktisaintek Minta Kampus Gandeng Industri

Lulusan Siap Memasuki Pasar Kerja, Pengangguran Ditekan

Minggu, 28 Juni 2026 06:55 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan. Foto: Dok. Kemendiktisaintek
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan. Foto: Dok. Kemendiktisaintek

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meminta perguruan tinggi memperkuat kemitraan dengan dunia industri agar lulusan lebih siap memasuki pasar kerja.

Langkah tersebut penting untuk menekan angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi yang hingga kini masih mencapai lebih dari satu juta orang.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 7,28 juta pengangguran terbuka di Indonesia.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas masih berada di kisaran 5,39 persen. Sementara, kelompok usia 15–24 tahun menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya transformasi pendidikan tinggi agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi memperkuat relevansi pendidikan melalui kemitraan yang lebih erat dengan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi itu diperlukan untuk menghasilkan talenta profesional yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca juga : Belum Bahas Pemilu 2029, Gerindra Fokus Tuntaskan Program Kerja Prioritas

“Perguruan tinggi kita harus terus berupaya menerjemahkan relevansi. Dinamika masyarakat dan dunia industri harus dijadikan acuan dalam mengembangkan pendidikan tinggi. Karena itu, kemitraan dengan industri harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar lulusan benar-benar siap menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujar Fauzan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).

Ditegaskan, Indonesia perlu memandang talenta unggul sebagai aset strategis bangsa, termasuk untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Karena itu, perguruan tinggi perlu memetakan dan menyiapkan lulusan yang mampu mengisi sektor-sektor strategis di berbagai negara, mulai dari teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga kebijakan publik.

Kampus harus melakukan lompatan-lompatan yang dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui talenta-talenta profesional yang disiapkan,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sumber Daya Universitas Indonesia (UI) Ahmad Gamal. Menurut dia, keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi diukur hanya dari proses pembelajaran di dalam kampus, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan para lulusannya.

Baca juga : Golkar Kalteng Ingin Lakukan Pelantikan Pengurus Serentak

“Kualitas pendidikan tinggi tidak lagi dapat diukur melalui apa yang terjadi di dalam tembok-tembok kampus. Pada akhirnya, kualitas itu diukur dari apa yang dilakukan para lulusannya di dunia,” ujarnya.

Gamal menambahkan, hasil tracer study UI menunjukkan masih terdapat kesenjangan pada aspek adaptabilitas, tanggung jawab, integritas dan kemampuan bekerja lintas budaya.

Padahal, kompetensi tersebut merupakan kemampuan yang paling dibutuhkan dunia kerja saat ini. Karena itu, forum tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk bersama-sama merancang ekosistem pendidikan yang lebih relevan.

Managing Director Global Relations & Governance Danantara Mohamad Alarief juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri.

Menurut dia, batas antara dunia pendidikan tinggi dan industri kini semakin tipis, sehingga pengembangan talenta harus dilakukan secara bersama.

Baca juga : Stimulus Tak Ganggu Kesehatan APBN 2026

“Kita perlu menghilangkan kesenjangan antara pendidikan tinggi dan industri. Kita harus berhenti mengembangkan talenta berdasarkan masa lalu, dan secara kolektif membangun ekosistem talenta yang dapat menghapus batasan-batasan,” ujar Mohamad. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 28 Juni 2026 dengan judul "Kemendiktisaintek Minta Kampus Gandeng Industri Lulusan Siap Memasuki Pasar Kerja, Pengangguran Ditekan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.