Dark/Light Mode

Hadiri Rembuk Tani Di Mamuju

Zulhas Pastikan Pupuk Subsidi Mudah Didapat

Sabtu, 4 Juli 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) berbincang dengan petani saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7/2026). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka Rembuk Tani bersama ratusan petani di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, untuk memantau distribusi pupuk bersubsidi. Foto: Dok. Kemenko Pangan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) berbincang dengan petani saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7/2026). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka Rembuk Tani bersama ratusan petani di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, untuk memantau distribusi pupuk bersubsidi. Foto: Dok. Kemenko Pangan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pupuk subsidi kini lebih mudah diperoleh petani setelah pemerintah memangkas berbagai aturan penyalurannya. Kebijakan tersebut juga diikuti penurunan harga pupuk hingga 20 persen untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Hal tersebut disampaikan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat menghadiri Rembuk Tani dan penyerahan bantuan pangan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7/2026). Zulhas meminta para petani tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi di daerah masing-masing.

“Kebijakan Bapak Presiden Prabowo mengenai pupuk dipermudah cara mendapatkannya sehingga pupuk lancar,” kata Zulhas.

Ketua Umum PAN itu menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 145 regulasi yang mengatur penyaluran pupuk bersubsidi. Aturan tersebut kini dipangkas melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2026.

Menurutnya, penyederhanaan regulasi membuat petani dapat menebus pupuk bersubsidi sejak awal tahun sesuai alokasi maupun saat dibutuhkan.

“Sekarang pupuk lancar dan pertama kali dalam sejarah harganya dapat diskon 20 persen. Sekarang sebelum tanam, pupuk sudah ada, cukup bahkan lebih,” ujarnya.

Baca juga : Pompanisasi Jadi Andalan Menjaga Produksi Pangan

Zulhas juga mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai cepat menindaklanjuti kebijakan pemerintah. Termasuk melalui pembangunan pabrik pupuk baru untuk menjamin ketersediaan pasokan.

Selain memastikan distribusi pupuk, Pemerintah juga mengubah mekanisme pembelian gabah petani.

Jika sebelumnya harga gabah dipengaruhi kadar air yang kerap merugikan petani, kini pembelian dilakukan tanpa potongan kadar air.

Dia menyebut kebijakan tersebut membuat harga gabah berada di kisaran Rp 6.500 per kilogram sesuai ketetapan pemerintah. Bahkan di Mamuju, harga gabah telah mencapai Rp 7.200 per kilogram (kg).

“Dulu gabah harganya Rp 5.500 per kg tapi dengan catatan kadar air 14–18 persen. Petani tidak bisa mengukur kadar air sehingga akhirnya gabah dibeli Rp 4.000 sampai Rp 4.500. Petaninya rugi, lama-lama sawahnya dijual. Sekarang aturannya disederhanakan tanpa kadar air,” jelasnya.

Sementara, Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero) Robby Setiabudi Madjid menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah yang membuat penyaluran pupuk bersubsidi semakin efisien.

Baca juga : Sekjen Golkar Ajak NU Perkuat Kebangsaan

“Kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah untuk petani menjadikan penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal,” kata Robby.

Hingga 30 Juni 2026, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.845.686 ton pupuk bersubsidi atau sekitar 49 persen dari total alokasi nasional tahun 2026.

Penyaluran tersebut meliputi 2.199.809 ton urea, 2.462.036 ton NPK, 40.416 ton NPK kakao, 4.883 ton SP36, 6.407 ton ZA, dan 141.909 ton pupuk organik.

Khusus di Sulbar, realisasi penyaluran mencapai 38.453 ton atau 50 persen dari total alokasi 77.367 ton. Rinciannya terdiri atas 14.015 ton urea, 15.651 ton NPK, 8.095 ton NPK kakao, 245 ton SP36, dan 447 ton pupuk organik.

Untuk memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk nasional sebesar 1,2 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 850.473 ton merupakan pupuk bersubsidi, sementara 414.314 ton merupakan pupuk nonsubsidi.

Baca juga : Gerindra Minta Kader Jaga Etika Sebagai Pejabat Publik

Usai mengikuti Rembuk Tani, Zulhas melanjutkan kunjungannya ke Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, untuk menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada 500 warga.

Dalam kegiatan tersebut, dia didampingi sejumlah anggota DPR Fraksi PAN, yakni Desy Ratnasari, Sigit Purnomo alias Pasha, Eko Patrio, Verrell Bramasta, dan Surya Utama atau Uya Kuya. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 4 Juli 2026 dengan judul "Hadiri Rembuk Tani Di Mamuju Zulhas Pastikan Pupuk Subsidi Mudah Didapat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.