Dark/Light Mode

Hari Pustakawan, Wamen Fajar: Pustakawan Penjaga Nalar Bangsa Di Era AI

Kamis, 9 Juli 2026 19:20 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan penghargaan kepada pustakawan pada peringatan Hari Pustakawan Indonesia di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan penghargaan kepada pustakawan pada peringatan Hari Pustakawan Indonesia di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan peran pustakawan semakin strategis di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan ledakan informasi digital. Menurutnya, pustakawan menjadi penjaga nalar bangsa sekaligus penghubung masyarakat dengan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan Fajar dalam peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang untuk pertama kalinya diperingati pada 7 Juli. Penetapan Hari Pustakawan Indonesia tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025 sebagai bentuk penghormatan negara kepada profesi pustakawan sekaligus penguatan komitmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

"Teknologi mampu menghadirkan informasi dalam hitungan detik. Namun tidak semua informasi adalah produk pengetahuan, apalagi kebijaksanaan. Di sinilah pustakawan hadir sebagai penjaga nalar, penghubung manusia dengan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus pendamping masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat," ujar Fajar.

Baca juga : Kapolri Instruksikan Jajaran Optimalkan Penanganan Karhutla Di Riau

Menurutnya, transformasi digital tidak akan menggantikan peran buku maupun pustakawan. Meski format buku terus berkembang dari cetak ke digital, nilai buku tetap relevan karena mampu melatih kemampuan berpikir mendalam, membentuk karakter, memperluas imajinasi, serta menumbuhkan kebijaksanaan.

Fajar juga menyoroti data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional masih berada pada angka 54,8. Angka tersebut dinilai menjadi peluang untuk terus memperkuat budaya membaca di masyarakat.

"Saya optimistis, setiap buku yang dibaca, setiap perpustakaan yang dihidupkan, dan setiap pustakawan yang menginspirasi adalah investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bangsa yang maju bukan lahir dari masyarakat yang sekadar menguasai teknologi, tetapi dari masyarakat yang gemar belajar," tegasnya.

Baca juga : Perpusnas Perkenalkan Jenama Baru Pustakawan sebagai Pemelajar Sepanjang Hayat

Ia mengatakan, pustakawan masa kini tidak lagi hanya bertugas mengelola koleksi perpustakaan. Mereka juga berperan sebagai kurator pengetahuan, fasilitator literasi digital, sekaligus mitra guru dalam membangun kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan membentuk karakter peserta didik.

Fajar menambahkan, penguatan budaya membaca sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan budaya membaca, menulis, dan belajar.

Ia juga mengutip pandangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang menegaskan buku merupakan fondasi kemajuan bangsa.

Baca juga : Bank Jakarta Prioritaskan Keamanan Siber dalam Strategi Transformasi Digital

"Pak Menteri Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa salah satu fondasi kemajuan bangsa adalah buku. Karena itu, penguatan ekosistem perbukuan, perpustakaan, budaya membaca, dan profesi pustakawan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Fajar mengajak seluruh satuan pendidikan menjadikan perpustakaan sebagai jantung pembelajaran sekaligus ruang tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.

"Hari Pustakawan Indonesia bukan sekadar memperingati sebuah profesi mulia, melainkan meneguhkan keyakinan bahwa kemajuan bangsa selalu dimulai dari budaya membaca. Budaya membaca akan tumbuh apabila buku, perpustakaan, guru, dan pustakawan berjalan bersama," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.