Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik, Bek Timnas Turki
- Bali United Rekrut Tim Geypens, Bek Timnas Indonesia
- Persija Rekrut Eks Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon
- Messi Vs Laporte-Yamal Vs Tagliafico Jadi Duel Penentu Spanyol Vs Argentina
- Prancis Vs Inggris Berebut Posisi 3, Mbappe dan Kane Kejar Sepatu Emas
Pimpin Panen Raya, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Jumat, 17 Juli 2026 22:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan tiga Kepala Staf Angkatan memimpin panen raya serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Panen raya tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan, keterlibatan TNI dalam sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," tegas Presiden.
Baca juga : Pra Rakornas 2026, BAZNAS Perkuat Visi Dan Kelembagaan Pengelolaan Dana Umat
Senada, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional merupakan bukti nyata komitmen institusinya dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
"Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat," ujar Agus.
Ia menjelaskan, setiap matra TNI memiliki tugas pendampingan pada komoditas yang berbeda. TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada budidaya kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat bertanggung jawab mendampingi produksi padi.
Menurut Agus, pada sektor tebu, TNI AU bekerja sama dengan Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan swasta, dan asosiasi petani tebu.
Pada musim panen 2026, pendampingan dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton tebu.
Baca juga : Bendungan Rukoh Kurangi Risiko Banjir, Perkuat Ketahanan Pangan Di Pidie
Produksi tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 1,36 juta ton gula atau berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.
"Pada sektor tebu, TNI Angkatan Udara bersama Sinergi Gula Nusantara, swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula," jelasnya.
Khusus di lokasi panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare. Dari lahan tersebut diperkirakan dihasilkan sekitar 72.045 ton tebu dengan nilai jual rata-rata sebesar Rp 720 ribu per ton.
Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk turunan seperti molase, bioetanol, bahan baku industri dan farmasi, pupuk organik, serta produk lainnya yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Pada sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi budidaya di lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah. Produksi tersebut berkontribusi sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.
Baca juga : Presiden Prabowo Diapresiasi Mampu Jadi Penyeimbang Berbagai Kepentingan
Untuk meningkatkan produksi, hingga Juni 2026 TNI AL juga telah membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah, baik di lahan milik TNI AL maupun lahan binaan daerah. Dari lahan tersebut diperkirakan akan dihasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.
"Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor," tutur Agus.
Sementara pada sektor padi, TNI Angkatan Darat mendampingi panen di lahan seluas 479.610 hektare selama Juli 2026.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juni 2026, luas panen yang didampingi TNI AD telah mencapai 6,26 juta hektare dengan total produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Capaian tersebut telah mendukung sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya