Dark/Light Mode

Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Menteri Dody Pastikan Fasilitas Siap Digunakan

Senin, 27 Juli 2026 19:38 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyapa murid saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Dok. PU
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyapa murid saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Sragen, Jawa Tengah, siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana sekolah, Minggu (26/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dody memeriksa berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas sanitasi, tempat ibadah, hingga sarana olahraga. Ia juga menyempatkan berdialog dengan para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepada para siswa, Dody berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar dan seluruh fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Atas nama Pemerintah, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap adik-adik betah di sini dan belajar dengan tekun. Gunakan seluruh fasilitas yang telah diberikan negara ini sebaik-baiknya,” ujar Dody.

Baca juga : Jadi Plt Gubernur BI, Destry Pastikan Tugas Bank Indonesia Tetap Berjalan Normal

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen dibangun di atas lahan seluas 59.000 meter persegi. Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi asrama siswa, rumah susun guru, masjid, kantin, dapur, perpustakaan, serta lapangan olahraga.

Menurut Dody, secara umum pembangunan sekolah telah rampung dan siap difungsikan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan pada beberapa bagian bangunan, seperti saluran kamar mandi, pemeriksaan talang air, dan detail konstruksi lainnya.

“Sebetulnya ini sudah selesai. Hanya perlu penyempurnaan pada beberapa bagian di asrama siswa. Namun sudah bisa difungsikan oleh siswa-siswi baru,” katanya.

Dody mengatakan, secara nasional pembangunan Sekolah Rakyat juga telah memasuki tahap akhir. Dari sekitar 93 lokasi yang dibangun, hanya sekitar sembilan lokasi yang progresnya masih di bawah 90 persen karena terkendala distribusi logistik di wilayah yang sulit dijangkau.

Baca juga : Silaturahmi dengan Sri Sultan HB X, Menteri Jumhur: Kita Harus Mengayomi Lingkungan

Meski demikian, seluruh lokasi tersebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan dipastikan dapat segera mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Selain menyelesaikan pembangunan yang sedang berjalan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap III yang akan segera memasuki proses lelang. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki satu Sekolah Rakyat dengan kapasitas sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa.

Dody menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Baca juga : Bantah Gunakan Jet Pribadi, Menteri Dody: Itu Pesawat Kemenhub

“Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.