Dark/Light Mode

Kembangkan Layanan Konseling Sebaya

BKKBN Gaet Kemensos Jaga Mental Siswa Sekolah Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 06:55 WIB
Foto: Dok. Kemensos
Foto: Dok. Kemensos

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat layanan kesehatan mental bagi siswa Sekolah Rakyat. Melalui kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) dan Kementerian Sosial (Kemensos), layanan konseling sebaya akan dikembangkan untuk mendeteksi persoalan psikologis sejak dini. Membangun lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.

Kemendukbangga/BKKBN menggandeng Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menghadirkan layanan penguatan kesehatan mental bagi siswa Sekolah Rakyat.

Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang mengedepankan pendekatan konselor sebaya sebagai upaya deteksi dini serta pendampingan kesehatan mental remaja.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, keluarga merupakan unit terkecil yang dapat diintervensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Kemendukbangga memandang Sekolah Rakyat sebagai ruang strategis untuk menghadirkan berbagai program pendampingan bagi para siswa.

“Unit terkecil yang bisa diintervensi itu adalah keluarga. Itu sebabnya kami mencoba melihat apa saja yang bisa dikolaborasikan bagi anak-anak di Sekolah Rakyat yang berada dalam lingkungan berbeda,” ujar Isyana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).

Baca juga : Hati-hati, AI Bisa Jadi Ancaman Pemilu 2029

Menurut Isyana, PIK-R akan menyediakan konselor sebaya yang bertugas membantu siswa menghadapi berbagai persoalan, termasuk mendeteksi gejala gangguan kesehatan mental sejak dini.

“Remaja umumnya lebih nyaman berbicara dengan teman sebayanya. Karena itu PIK-R menyediakan konselor sebaya agar berbagai persoalan dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius,” katanya.

Dijelaskan, apabila ditemukan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan dirujuk kepada tenaga profesional atau fasilitas yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan mental.

Selain itu, Program Generasi Berencana (Genre) juga akan dilibatkan sebagai wadah pendampingan bersama psikolog dan tenaga profesional lainnya.

Kemendukbangga juga berencana melatih siswa Sekolah Rakyat menjadi konselor sebaya melalui jaringan Genre dan PIK-R sehingga mampu memberikan dukungan kepada teman-temannya.

Selain PIK-R, Isyana mengatakan Program Sekolah Siaga Kependudukan dapat diintegrasikan untuk memperkuat pendidikan kependudukan sekaligus pembangunan karakter di lingkungan Sekolah Rakyat.

Baca juga : Golkar Kalteng Minta Kader Kedepankan Musyawarah

“Kami berharap pengembangan PIK-R dapat mendukung kolaborasi dengan Sekolah Rakyat dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Isyana beserta jajaran Kemendukbangga dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Senin (27/7/2026).

Pertemuan itu membahas berbagai bentuk sinergi, mulai dari pengembangan layanan konseling sebaya, edukasi kesehatan reproduksi yang disesuaikan dengan usia peserta didik, hingga penguatan deteksi dini kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Program PIK-R diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang remaja melalui pendekatan promotif dan preventif.

Kedua kementerian juga menyoroti pentingnya peran wali asuh dan tenaga pendamping dalam mendukung keberlangsungan program. Melalui pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan media edukasi, PIK-R diharapkan memberikan manfaat nyata bagi siswa, baik dalam aspek kesehatan mental, kesehatan reproduksi, maupun penguatan karakter.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan di tingkat teknis. Termasuk menyusun mekanisme implementasi dan mengembangkan program percontohan (pilot project) di Sekolah Rakyat.

Baca juga : Transformasi BUMN Berbuah Manis, Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253 Persen

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai, sinergi dengan Kemendukbangga sangat diperlukan, karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam serta menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja yang membutuhkan perhatian bersama.

“Karena memang latar belakang siswa ini istimewa. Ada aspek-aspek problem keremajaan yang membutuhkan sinergi antara Kemensos dan BKKBN,” ujar Agus. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 29 Juli 2026 dengan judul "Kembangkan Layanan Konseling Sebaya BKKBN Gaet Kemensos Jaga Mental Siswa Sekolah Rakyat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.