Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Janji Radovan Pankov Bikin Lini Belakang Persija Makin Kokoh
- Latih Italia Lagi, Mancini Fokus Bawa Azzurri ke Piala Dunia 2030
- OTT, KPK Bawa 12 Orang ke Gedung Merah Putih, Termasuk Bupati Pemalang
- PSIM Yogyakarta Rekrut Striker Asal Spanyol
- KPPU dan K&K Advocates Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha, Wujudkan Persaingan Sehat
Transformasi BUMN Berbuah Manis, Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253 Persen
Rabu, 29 Juli 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi bisnis dan program streamlining (perampingan) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan hasil menggembirakan. PT Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp 8,51 triliun pada semester I-2026 atau melonjak 253 persen secara tahunan.
Selain itu, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) meningkat 140 persen menjadi Rp 14,28 triliun. Sedangkan pendapatan tumbuh 51 persen menjadi Rp 59,67 triliun.
Kinerja tersebut memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, seiring meningkatnya penyaluran pupuk subsidi dan kemudahan akses bagi petani.
Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Pertanian IPB Suryo Wiyono mengatakan, keberhasilan transformasi BUMN pangan harus diukur dari kemampuannya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi bagi petani, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar.
Baca juga : Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Pram Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Hal itu, menurut dia, tercermin dari peningkatan penyaluran pupuk subsidi dari 6,18 juta ton pada 2023 menjadi 8,11 juta ton pada 2025, serta penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk sebesar 20 persen.
“Yang penting bagi petani, pupuk tersedia dan harganya terjangkau,” tegas Suryo dalam keterangan resmi, Selasa (29/7/2026).
Ketua Gerakan Petani Nusantara (GPN) itu menjelaskan, biaya pupuk dapat mencapai sekitar 30 persen atau lebih dari total biaya produksi padi, bergantung pada wilayah. Karena itu, efisiensi korporasi harus bermuara pada manfaat nyata bagi petani.
“Yang penting bukan hanya bagaimana perusahaan menjadi lebih ramping, tetapi bagaimana fungsi untuk mendukung pertanian dan petani tidak terganggu,” ujarnya.
Baca juga : Adu Mulut Jurnalis Transfer
Dalam proses streamlining BUMN yang didorong Danantara Indonesia, Pupuk Indonesia terus memperkuat bisnis nonsubsidi dan non-pupuk. Antara lain melalui pengemba ngan metanol dan clean ammonia, serta penerapan skema kontrak bahan baku untuk mengantisipasi fluktuasi harga global.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, perseroan juga menyiapkan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Selain itu, digitalisasi layanan melalui i-Pubers dan Command Center mempermudah proses penebusan pupuk subsidi oleh petani.
Rahmad menegaskan, keberlanjutan perusahaan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba setiap tahun. Tetapi dari kemampuan membangun fondasi bisnis yang kuat agar tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.
Baca juga : Srikandi Merah Putih Masuk Grup Neraka
“(Kami) memastikan pertumbuhan ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil dan petani di akar rumput,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya