Dark/Light Mode

Menhut Apresiasi Peringatan Dini BMKG Antisipasi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 23:03 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan dini mengenai potensi El Niño menjadi salah satu bekal penting pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sejak awal telah memberikan informasi mengenai potensi El Niño yang datang lebih cepat pada 2026.

Informasi tersebut menjadi salah satu dasar Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam meningkatkan langkah antisipasi dan penanggulangan karhutla.

“BMKG juga sudah lebih awal menginfokan bahwa kondisi El Niño diprediksi akan datang lebih cepat. Oleh karena itu, berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan teknis dan pemadaman karhutla di lapangan,” kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (18/8/2026).

Baca juga : Pemerintah All Out Tangani Karhutla, 40 Armada Udara Dikerahkan

Raja Juli mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG, El Niño saat ini berada pada intensitas sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif pada September-November 2026 yang berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah.

BMKG juga mendukung penyediaan data potensi semai awal sebagai bagian dari analisis data untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Terima kasih kepada BMKG yang sejak awal sudah memberikan informasi dan peringatan mengenai kondisi iklim ini. Bagi kami, informasi tersebut sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengambil langkah antisipasi lebih dini,” ujar Raja Juli.

Baca juga : Menhut Raja Antoni: 40 Perkara Karhutla Ditangani Polri, 29 Jadi Tersangka

Sejalan dengan informasi tersebut, Kemenhut telah melakukan berbagai langkah sejak Februari.

Upaya tersebut meliputi rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga, rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, apel kesiapsiagaan di provinsi rawan karhutla, hingga penguatan kapasitas Manggala Agni dan aktivasi posko siaga darurat karhutla di lima provinsi.

Raja Juli mengatakan, Kemenhut terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan karhutla, salah satunya melalui pelaksanaan OMC.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian/lembaga yang mengintegrasikan deteksi dini cuaca, patroli terpadu, serta penanganan kebakaran secara cepat dan terpadu.

Baca juga : Kemenhut Tindak 42 PBPH, 9 Kasus Karhutla Masuk Proses Hukum

“Karhutla merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, sinergi dengan BMKG dan kementerian/lembaga lainnya terus kami perkuat, agar informasi dini dapat segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan,” tegas Raja Juli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.