Dark/Light Mode

Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla Riau Terus Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 17:28 WIB
Foto: Puspen Kemendagri.
Foto: Puspen Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat, meski kondisi saat ini dinilai terkendali.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran baru di tengah musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino.

Hal itu disampaikan Tito saat mengikuti Rapat Internal Karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).

Tito menilai, upaya pencegahan karhutla di Riau berjalan baik. Salah satu faktor pendukungnya adalah langkah pemerintah daerah mengantisipasi potensi pembakaran dengan melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Baca juga : Kemendagri Minta Kepala Daerah Menjaga Integritas

“Kami melihat bahwa di Riau ini pencegahannya bagus, Pak, awalnya, Pak. Karena kami mendengar dari awal perusahaan-perusahaan sawit itu dikumpulkan oleh Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan kemudian ditekan jangan sampai ada pembakaran,” ujar Tito.

Selain pendekatan kepada perusahaan, Tito menilai pencegahan juga diperkuat melalui keterlibatan aparat serta pemerintah hingga tingkat kecamatan dan desa.

Menurutnya, langkah tersebut memungkinkan pemerintah memetakan pihak-pihak yang sebelumnya diketahui memiliki kebiasaan melakukan pembakaran.

Tito menegaskan, upaya pencegahan harus terus dilakukan meskipun kondisi karhutla telah terkendali. Hal itu mengingat musim kemarau masih berlangsung dan fenomena El Nino berpotensi memperpanjang periode rawan kebakaran.

Baca juga : Safrizal ZA, dari Penanganan Bencana Banjir Sumatera ke Bencana Gempa Flores

“Saran kami memang langkah ini terus dilanjutkan sambil, untuk mencegah jangan sampai ada pembakaran baru, jangan sampai kendor, Bapak. Karena ini kan panasnya masih berlanjut, Pak. Kalau diperkirakan nanti kan akan El Nino-nya, El Nino yang agak panjang gitu,” jelasnya.

Ia menekankan, penguatan pencegahan harus menjadi perhatian hingga seluruh potensi karhutla benar-benar dapat dikendalikan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak boleh berhenti hanya karena luasan lahan terbakar telah berhasil ditekan.

“Mungkin meskipun nanti 900 hektare sudah selesai, terus saja apa namanya itu, tidak kendor [pencegahannya] gitu, Pak,” pungkasnya.

Baca juga : Mendagri dan Menteri PKP Bahas Rekonstruksi Rumah Terdampak Gempa NTT

Rapat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo tersebut dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.