Dark/Light Mode

Terlibat Judol, 13 Pejabat Kementan Diberhentikan Amran

Selasa, 1 September 2026 08:17 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah). (Foto: Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Amran Sulaiman tak memberi ampun kepada bawahnya yang terlibat judi online (judol). Sebanyak 13 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti terlibat judol, dipecat Amran.

Amran menerangkan, pemecatan itu dilakukan secara permanen. Artinya, pejabat tersebut tidak akan aktif lagi di Kementan. Jabatan mereka akan diganti dengan pegawai yang lainnya.

"Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua, 13 orang," ucap Amran, dalam konferensi pers, di Kementan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Amran menegaskan, keputusan tersebut sudah bulat. Pertimbangannya matang dan diambil setelah verifikasi terhadap para pejabat tersebut. Data mereka dalam aktivitas judi online telah ditelusuri dan diverifikasi secara lengkap. 

"Kronologinya, kami dapat laporan, kemudian kami verifikasi betul, kami copot permanen. Bukan copot sembarang. Saya minta Pak Irjen dengan Pak Sekjen carikan pengganti," ucapnya.

Baca juga : Mentan Pecat 13 Pegawai Kementan Yang Terbukti Main Judol

Pejabat yang dicopot juga bukan orang-orang biasa. Amran menyebut, ke-13 orang tersebut merupakan pejabat eselon. 

Amran menambahkan, pejabat ini melakukan pelanggaran berulang. Sebelumnya, saat pelanggaran ditemukan pertama kali, mereka telah diberi peringatan dan pembinaan. Namun, pelanggaran serupa terjadi lagi. Maka, Kementan pun menjatuhkan sanksi tegas.

"Lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian," tegasnya.

Amran lalu mengungkapkan temuan adanya pegawai yang memiliki nilai deposit untuk judol hingga Rp 200 juta. Namun, tak membuka identitas pegawai tersebut.

Ia pun memperingatkan seluruh pegawai Kementan agar tidak terlibat judol. Jika ada pegawai yang kembali melakukan pelanggaran tersebut, akan mendapat sanksi lebih berat. "Peluangnya sangat besar saya berhentikan," ancamnya. 

Baca juga : Kementan Kirim Bantuan Alsintan Ke Papua Tengah

Amran menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sebagai pelayan publik, ASN tidak boleh terlibat dalam aktivitas yang melanggar aturan dan nilai-nilai yang berlaku.

Ia memastikan, pemecatan ini tidak akan mengganggu kinerja Kementan. "Pegawainya Kementan itu ada 52 ribu, pejabat yang dicopot hanya 13. Nggak masalah," sambungnya. 

Fenomena judol masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, nilai deposit judol sepanjang Semester I-2026 mencapai sekitar Rp 22 triliun.

Dalam upaya menekan aktivitas haram itu, PPATK telah menghentikan transaksi terhadap 5.762 rekening yang diduga terkait bandar judol. Selain itu, dana judol senilai Rp 588,62 miliar telah disita untuk negara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Belum termasuk dana yang masih diblokir penyidik ataupun yang proses hukumnya belum memperoleh putusan pengadilan. Kerja intelijen keuangan PPATK juga terus mendukung proses penegakan hukum," jelas Ivan, dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Baca juga : Anggaran Dinaikkan Prabowo 100 Persen, PPATK Perkuat Intelijen Keuangan

Sepanjang 2025 hingga Semester I-2026, PPATK telah menyampaikan 1.479 Hasil Analisis kepada aparat penegak hukum. Selain itu, PPATK menghasilkan 17 Hasil Pemeriksaan untuk mendukung penanganan berbagai tindak pidana.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan mendukung langkah Amran mencopot 13 pejabat Kementan yang terlibat judol. Ia memandang, tindakan tegas itu pantas bagi pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat.

“Kami mendukung setiap langkah untuk perbaikan selama dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Apalagi merapikan sesuatu demi meningkatkan integritas dan kinerja," ucap Ahmad Yohan, kepada Rakyat Merdeka, Senin (31/8/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.