Dark/Light Mode

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Cegah DFK

Djamari: Ruang Digital Ibarat Padang Kurusetra

Rabu, 2 September 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memberi sambutan dalam acara Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Dok: Kemenko Polhukam
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memberi sambutan dalam acara Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Dok: Kemenko Polhukam

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat strategi komunikasi publik untuk menghadapi derasnya Disinformasi, Fitnah dan Kebencian (DFK) di ruang digital. Kementerian, lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) didorong tidak lagi sekadar menjalankan fungsi publikasi, melainkan menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengelola informasi dan menjaga kepercayaan publik.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengatakan, ruang digital telah menjadi medan strategis yang mampu mempengaruhi opini, pola pikir, hingga karakter masyarakat. Karena itu, Pemerintah perlu memastikan ruang tersebut tidak dikuasai narasi yang dapat merugikan kepentingan bangsa.

“Medan digital sekarang sangat strategis. Saya ibaratkan sebagai Padang Kurusetra atau medan tempur yang sangat besar,” ujar Djamari saat membuka Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca juga : Gerindra Kawal Terus Program Presiden Prabowo, Amankan Anggaran Sekolah Rakyat!

Forum tersebut mengangkat tema Optimalisasi Peran Humas Kementerian/lembaga dan Pemda dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi informasi. Pertemuan itu diarahkan untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan komunikasi publik Pemerintah.

Mantan Kepala Staf Umum TNI itu menilai, media sosial kini menjadi salah satu kanal utama penyebaran disinformasi, fitnah, narasi negatif, ujaran kasar, hingga konten tidak senonoh. Jika tidak diantisipasi, arus informasi tersebut dapat memberikan pengaruh jangka panjang terhadap cara berpikir dan karakter masyarakat.

“Ruang digital saya katakan juga sebagai medan kritik, medan yang siapa pun bisa menguasainya, maka akan memenangkan pertempuran. Apabila tidak kita kuasai, akan dikuasai orang lain dengan tujuan tertentu,” ucap Djamari.

Baca juga : Lanjutkan Safari Politik, PSI Jateng Akan Hadirkan Jokowi Di Rakorda DPD

Menurut dia, tantangan komunikasi publik tidak dapat ditangani satu lembaga saja. Pemerintah, TNI, Polri, K/L, serta Pemda perlu mengkoordinasikan kekuatan dan sumber daya untuk menghadapi disrupsi informasi.

Dia mengingatkan, jika ruang informasi sudah telanjur dikuasai pihak lain, Pemerintah membutuhkan sumber daya yang lebih besar untuk mengembalikan pengaruhnya.

“Padahal, kekuatan yang kita miliki sangat besar, maka harus bisa dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

Baca juga : Tarif E-Commerce Bakal Dapat Diskon 50 Persen

Djamari meminta humas Pemerintah di tingkat pusat dan daerah bertransformasi. Fungsi humas tidak lagi cukup hanya menyampaikan kegiatan dan program Pemerintah, juga harus mampu mengelola komunikasi secara strategis dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Media sosial sangat mempengaruhi pikiran masyarakat. Apa yang ada di pikiran akan memengaruhi apa yang kita kerjakan, dan apa yang terus kita kerjakan akan membentuk karakter. Jangan sampai kita lengah, sehingga karakter bangsa ini berubah menjadi lemah, mudah menyerah dan pesimis,” jelasnya.

Djamari menekankan pentingnya menghadirkan informasi yang benar dan mampu membangun optimisme publik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.