Dark/Light Mode

Karhutla Belum Padam Total, BNPB Siaga Hingga Musim Hujan Datang

Senin, 7 September 2026 19:58 WIB
Foto: BNPB
Foto: BNPB

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen melanjutkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga musim hujan tiba yang diperkirakan mulai pada Oktober 2026.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan personel gabungan masih terus dikerahkan untuk menangani titik-titik kebakaran melalui operasi pemadaman darat dan udara.

"Kami masih terus bekerja berjibaku paling tidak sampai musim hujan alami turun," kata Suharyanto dalam rapat daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026).

Menurut Suharyanto, operasi pemadaman selama ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Satgas Udara. BNPB juga berharap operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah beberapa kali dilakukan dapat segera menghasilkan hujan di wilayah yang terdapat titik api.

Baca juga : Prabowo Larang Pembakaran Lahan, Termasuk Dalih Kearifan Lokal

"Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga bisa segera mendatangkan hujan," ujarnya.

Suharyanto melaporkan sekitar 98 persen kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan. Enam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Berdasarkan catatan BNPB, total luas lahan yang terbakar di enam provinsi tersebut mencapai 72.009,10 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 939,45 hektare masih dalam proses pemadaman.

"Ini kami padamkan dengan operasi darat dan operasi udara. Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, Bapak Presiden," katanya.

Baca juga : Prabowo Siapkan Kapal Induk Jadi Pangkalan Helikopter Pemadam Karhutla

Namun, Suharyanto mengakui luas lahan yang belum padam tidak selalu berkurang secara signifikan karena petugas masih menemukan titik kebakaran baru. Selain itu, api yang sebelumnya telah dinyatakan padam juga dapat kembali muncul.

"Tapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan, karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru. Atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan, yang sudah dilaporkan padam, tiba-tiba hidup kembali," ujarnya.

Ia menjelaskan penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Meskipun api secara umum telah padam di sejumlah wilayah, asap masih dapat keluar secara terus-menerus dari lahan gambut dan mengganggu jarak pandang.

Dalam penanganan karhutla di enam provinsi prioritas tersebut, BNPB mengerahkan 43.481 personel gabungan. Personel tersebut berasal dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, serta relawan.

Baca juga : Prabowo Minta Kapolri Ungkap Korporasi Penyebab Karhutla: Ini Sudah Kelewatan!

Sebanyak 15.091 personel ditempatkan di Kalimantan Barat, 4.686 personel di Kalimantan Tengah, 5.000 personel di Kalimantan Selatan, 11.026 personel di Sumatera Selatan, 1.694 personel di Riau, dan 5.984 personel di Jambi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.