Dark/Light Mode

Mendagri-Menteri PKP Lepas 125 Truk, Sukseskan Program Gentengisasi Prabowo

Minggu, 4 Oktober 2026 17:51 WIB
Foto: Kemendagri.
Foto: Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 125 truk mengangkut 500 ribu keping genteng dari sentra produksi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pengiriman ini menjadi bagian dari Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genteng sekaligus menggerakkan industri dalam negeri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas ratusan truk tersebut di Kecamatan Plered, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).

Pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi dan pengangkatan bendera Merah Putih.

Tito mengatakan, Program Gentengisasi bertujuan mendorong masyarakat menggunakan genteng sebagai material penutup rumah sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk genteng dalam negeri.

Berdasarkan data yang dimilikinya, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng. Sementara sebagian lainnya masih menggunakan material seperti seng dan asbes.

Baca juga : Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk Genteng, Santap Nasi Liwet di Plered

“Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi,” ujar Tito.

Menurut Tito, genteng memiliki sejumlah keunggulan dari sisi kenyamanan. Material tersebut dinilai mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan.

Hal itu, kata dia, juga sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo.

Selain itu, penggunaan genteng tanah liat merupakan bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang telah berkembang sejak lama.

“Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng,” tuturnya. 

Tito menambahkan, peningkatan penggunaan genteng juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui bertambahnya permintaan terhadap produk dari daerah-daerah sentra produksi.

Baca juga : Program Gentengisasi Berkah, Perajin Lokal Kebanjiran Order

Jawa Barat, misalnya, menjadi salah satu sentra produksi genteng terbesar. Menurut Tito, sekitar 87 persen rumah di Jawa Barat telah menggunakan genteng.

“Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana,” ungkapnya.

Ia menilai, peningkatan permintaan tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi.

Terlebih, Menteri PKP telah mendorong para pengembang agar menggunakan genteng tanah liat untuk rumah subsidi, rumah bantuan, maupun program bedah rumah.

Tito berharap, Program Gentengisasi dapat menggerakkan sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.

“Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah 'memaksa-maksa' developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini,” pungkasnya.

Baca juga : Stafsus Menag Apresiasi Program Gentengisasi, Dukung Ruang Keagamaan Inklusif

Sebanyak 125 truk yang dilepas tersebut mengangkut genteng yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dikirim ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

Genteng tersebut juga diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Produk itu selanjutnya akan digunakan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hadir juga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta pejabat terkait lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.