Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk Genteng, Santap Nasi Liwet di Plered
Minggu, 4 Oktober 2026 17:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait "ngariung" bersama para sopir truk pengangkut genteng di halaman Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Duduk lesehan, Tito dan Maruarar menikmati nasi liwet khas Purwakarta bersama para sopir yang akan mengangkut ratusan ribu keping genteng dalam rangka Program Gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Para driver, sopir truk, dan lain-lain banyak kerjaan, sampai capek nganter genteng nanti. Karena capek, supaya jangan sampai capek, kita makan dulu," ujar Tito mengajak para sopir.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peluncuran 500 ribu keping genteng untuk merealisasikan Program Gentengisasi.
Baca juga : Ara Dan Tito Luncurkan 500 Ribu Genteng Lokal Di Purwakarta
Tito mengatakan, Program Gentengisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menggalakkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Menurutnya, gerakan tersebut memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat. Pertama, penggunaan genteng diharapkan membuat rumah menjadi lebih nyaman dan layak karena dapat meminimalkan panas serta suara berisik ketika hujan.
Kedua, selain memperindah rumah, genteng berbahan tanah liat merupakan salah satu produk khas Indonesia.
"Di kita ini genteng ini memang asli dari zaman dulu. Khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat," tuturnya.
Baca juga : Stafsus Menag Apresiasi Program Gentengisasi, Dukung Ruang Keagamaan Inklusif
Melalui Program Gentengisasi, Tito berharap rumah-rumah di berbagai daerah menjadi lebih aman dari gempa sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Dengan begitu, sentra produksi genteng di tingkat desa dapat berkembang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
"Kalau seandainya seluruh Indonesia, di daerah-daerah yang aman menggunakan genteng tanah liat, puluhan juta, maka akan bisa menghidupkan sentra produksi genteng, termasuk di Plered," katanya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, sebanyak 500 ribu keping genteng asal Plered akan diangkut menggunakan 125 truk. Genteng tersebut selanjutnya dikirim ke berbagai wilayah.
Baca juga : Kemendagri Integrasikan SIPASTI dan SIPD, Perkuat Akurasi HPS
"Ya, dan sebelum pelepasan, saat ini mau makan bersama dulu, makan liwet khas Purwakarta, Pak Menteri," ujar Saepul.
Menu nasi liwet yang dinikmati Tito dan jajaran merupakan hasil masakan para ibu dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Plered.
Nasi liwet tersebut disajikan bersama selada air, petai, jengkol, sambal, ikan asin, ikan nila, serta ayam bekakak bakar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Barat dan Purwakarta, serta pejabat terkait lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya