Dark/Light Mode

Modalnya Akan Ditambah Rp 14 T

PAM Jaya Wajib Tingkatkan Layanan & Kualitas Air Bersih

Minggu, 8 November 2026 06:25 WIB
Ilustrasi, Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. (Foto: Dok. PAM Jaya)
Ilustrasi, Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. (Foto: Dok. PAM Jaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menyetujui penambahan modal dasar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya sebesar Rp 14 triliun, dari Rp 5,4 triliun menjadi sekitar Rp 19,4 triliun. Dengan penambahan ini, PAM Jaya wajib meningkatkan pelayanan bagi warga Ibu Kota.

Penambahan modal itu dibahas dalam rapat pasal per pasal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025 mengenai perubahan bentuk badan hukum PAM Jaya menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), Jumat (30/10/2026). Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz. Pembahasan difokuskan pada perubahan Pasal 7 yang mengatur modal dasar perseroan.

Aziz mengatakan, penguatan struktur permodalan diperlukan untuk mempercepat pemenuhan layanan air perpipaan, sesuai arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami sudah menuntaskan rapat Bapemperda mengenai penambahan modal dasar untuk PAM Jaya,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta ini.

Dia berharap, penambahan modal dasar ini memberi ruang bagi PAM Jaya untuk mengembangkan skema pembiayaan kreatif. Dengan begitu, pembangunan dan perluasan jaringan perpipaan dapat dipercepat.

Meski mendukung penguatan permodalan, Aziz mengingatkan PAM Jaya agar tidak hanya berorientasi pada perluasan jaringan. “Kualitas pelayanan juga harus menjadi perhatian, terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara,” pesannya.

Dia menyoroti masih adanya warga yang belum mendapatkan sambungan air perpipaan. Sebagian pelanggan yang sudah terlayani pun masih menghadapi persoalan. “Ada yang airnya kecil. Ada yang airnya kotor. Ada yang airnya hanya keluar malam hari,” bebernya.

Baca juga : Inter Milan Vs Como, Uji Kesaktian Si Ular Besar

Aziz menyarankan, PAM Jaya perlu mempercepat peremajaan jaringan perpipaan untuk meningkatkan keandalan distribusi. Terlebih, sebagian jaringan pipa utama di Jakarta telah berusia sekitar 100 tahun, sehingga membutuhkan penggantian.

Dia berharap, pekerjaan penggalian dan penggantian pipa di sejumlah wilayah dapat memperbaiki distribusi, sekaligus meningkatkan pemenuhan standar pelayanan minimum.

Aziz menekankan, penguatan modal harus menghasilkan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat. Indikatornya, antara lain bertambahnya sambungan pelanggan dan membaiknya kualitas layanan air bersih.

Selain perbaikan jaringan, Aziz meminta PAM Jaya meningkatkan efisiensi pengelolaan air, dengan menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).

“Tingkat kehilangan air dapat ditekan hingga 10 persen, setelah pembangunan dan perbaikan jaringan perpipaan selesai,” harapnya.

Penurunan NRW, lanjut Aziz, dapat meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.

Aziz pun meminta, agar peningkatan efisiensi dan keuntungan PAM Jaya turut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), melalui subsidi layanan air bersih.

Baca juga : Brundle Peringatkan Russell: Bangkit Atau Game Over

Bahkan, dia mendorong PAM Jaya mempertimbangkan layanan air bersih gratis bagi MBR, apabila kondisi keuangan dan efisiensi operasional perusahaan memungkinkan.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengapresiasi dukungan DPRD DKI yang menyetujui usul penambahan modal dasar (PMD) naik dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 19,4 triliun.

“Alhamdulillah,” kata Arief, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026) malam.

Arief meminta jajaran direksi dan karyawan PAM Jaya untuk terus bekerja dan berinovasi. Dia berharap setiap upaya yang dilakukan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta.

Menurutnya, PAM Jaya menargetkan cakupan pelayanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029. Target tersebut dibarengi dengan peningkatan jumlah pelanggan menjadi 2.016.011 sambungan, dan kapasitas suplai air sebesar 32.159 liter per detik (LPS).

Panjang jaringan pipa juga ditargetkan bertambah menjadi 16.234 kilometer. Seluruh pengembangan infrastruktur tersebut akan didukung oleh 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Arief menegaskan, peningkatan layanan air perpipaan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta. Dia pun mengingatkan seluruh jajaran PAM Jaya, agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih.

Baca juga : Istana Waspada Dan Bersih-bersih

Sejak 2024, PAM Jaya mulai setoran dividen kepada Pemprov DKI Jakarta, sekitar Rp 62,37 miliar. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi Rp 257 miliar pada 2025. Untuk 2026, perseroan merencanakan pembagian dividen sebesar Rp 230 miliar.

“Dulu kami belum bisa memberikan dividen. Tahun 2024, kami sudah bisa memberikan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta,” jelasnya.

Selain dividen, PAM Jaya juga memberikan kontribusi kepada daerah melalui pajak dan retribusi. Pajak daerah yang disetor pada 2024 mencapai Rp 16,67 miliar. Kemudian Rp 17,77 miliar pada 2025 dan Rp 18,02 miliar pada tahun 2026. Sedangkan untuk retribusi daerah yang diberikan pada 2024 mencapai Rp 396 juta. Kemudian, Rp 302 juta pada 2025 dan Rp 94 juta pada 2026.

Arief mengatakan, hasil pengelolaan perusahaan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dikembalikan kepada Pemprov DKI. Setoran dividen PAM Jaya selanjutnya masuk ke dalam APBD DKI, untuk dikelola kembali bagi kepentingan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.