Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
ESDM Luncurkan Aplikasi MAGMA, Informasi Bencana Geologi Kini Dalam Genggaman
Jumat, 23 Oktober 2026 20:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga kini bisa mengetahui apakah posisinya berada di kawasan rawan bencana geologi atau langsung dari ponsel. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi meluncurkan MAGMA Indonesia versi terbaru, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Aplikasi ini memuat informasi aktivitas gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah dalam satu layanan,
"Jadi, nanti dari pemanfaatan sistem yang sudah dibangun, bisa sharing-kan dengan Kementerian/Lembaga," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, dalam peluncuran itu.
Dengan begitu, pelayanan informasi kebencanaan dan mitigasi risiko bagi keselamatan masyarakat bisa berjalan dalam satu rangkaian. Yuliot juga meminta hasil pemantauan diterjemahkan menjadi langkah nyata di setiap instansi.
Baca juga : Kementerian ESDM Luncurkan Dua Atlas Kebencanaan Geologi
"Dari mitigasi ini harus kita uraikan di dalam rencana aksi untuk setiap Kementerian/Lembaga," katanya.
Versi terbaru ini hadir sebagai aplikasi multiplatform yang bisa diakses melalui web dan perangkat Android, dan kini resmi tersedia bagi pengguna iOS. Peluncuran ini menjadi bagian dari transformasi digital layanan informasi kebencanaan geologi.
MAGMA Indonesia membawa 10 pembaruan fitur utama. Salah satunya Geohazard Location Awareness, yang mengenali posisi pengguna terhadap kawasan rawan bencana. Pembaruan lain mencakup pemantauan visual CCTV dan live seismogram yang lebih stabil, riwayat aktivitas kebencanaan, serta integrasi data melalui Application Programming Interface (API). Untuk peringatan dini, sistem ini memakai Common Alerting Protocol (CAP) sebagai format standar.
Baca juga : Inovasi ACCU & Bioferdom Antar GM Zona 13 Pertamina Raih Satyalancana Wira Karya
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, pengembangan MAGMA Indonesia diarahkan agar informasi kebencanaan mendorong tindakan yang lebih cepat dan tepat.
"Sistem ini pada intinya dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan aksi dini (early action) yang tepat sasaran, sehingga risiko dan dampak dari bencana geologi dapat diminimalisir," ujar Lana.
Integrasi API juga membuka akses data bagi lembaga lain. BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memanfaatkan informasi MAGMA Indonesia langsung di sistem masing-masing. Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat penyampaian informasi kepada pengambil kebijakan maupun masyarakat.
Baca juga : Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
Lewat pembaruan ini, Kementerian ESDM ingin informasi kebencanaan tidak berhenti sebagai data, tetapi bisa dipakai untuk peringatan dini, kesiapsiagaan, dan pengambilan keputusan. Dengan akses yang makin luas, masyarakat dapat memantau informasi bencana geologi kapan saja dan di mana saja, sebagai bekal untuk mengurangi risiko dan dampaknya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya