Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Staf Khusus Menag Siapkan Trauma Healing untuk Santri di Sukoharjo
Rabu, 4 November 2026 19:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi para santri Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para santri tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan di tengah persoalan hukum yang sedang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut.
Komitmen tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, saat mengunjungi Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Rabu (4/11/2026).
Dalam kunjungan itu, Gugun berdialog dengan pengelola pesantren sekaligus meninjau kondisi para santri.
Gugun menegaskan, Kemenag siap memfasilitasi layanan trauma healing bagi santri yang membutuhkan pendampingan psikologis.
Baca juga : Pasca-Penembakan Toa Masjid Al-Falah, Stafsus Menag Serahkan Pengeras Suara Baru
Menurutnya, kondisi dan masa depan anak-anak harus menjadi perhatian bersama, terlepas dari persoalan hukum yang tengah berjalan.
“Kemenag siap memberikan pendampingan. Kami juga siap memfasilitasi trauma healing bagi para santri. Saya sudah memberikan kontak saya dan terbuka untuk berkomunikasi apabila dibutuhkan pendampingan lebih lanjut. Jangan sampai anak-anak menjadi pihak yang menanggung dampak berkepanjangan dari persoalan ini,” ujar Gugun.
Dalam kunjungan tersebut, Gugun didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sejumlah tokoh masyarakat, dan para kiai.
Sementara dari pihak pesantren hadir Pimpinan Yayasan, Ustadzah Diana. Gugun menjelaskan, Kemenag memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan dan pembinaan kepada lembaga pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Karena itu, setiap lembaga yang ingin memperoleh pelayanan dan pembinaan pemerintah harus mengikuti ketentuan serta prosedur yang berlaku.
Baca juga : Kapolres Sukoharjo Dicopot, AKBP Andhika Tetap Diperiksa Propam
“Kalau ingin mendapatkan pelayanan dan pembinaan dari pemerintah, tentu harus mengikuti aturan yang berlaku. Pemerintah hadir untuk memberikan fasilitas dan pembinaan. Ini bukan hanya untuk satu pesantren, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama terhadap pesantren di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gugun mengingatkan pentingnya menjaga komitmen kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, harus menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. Karena itu, kita semua harus menjaga komitmen kebangsaan, menghormati konstitusi, Pancasila, dan NKRI. Perbedaan pandangan tidak boleh membuat kita kehilangan komitmen untuk menjaga persatuan,” tegasnya.
Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, Gugun menyatakan Kemenag menghormati kewenangan aparat penegak hukum.
Baca juga : Kemenag dan UIN Jakarta Perkuat Kerja Sama Keislaman dengan 4 Negara MABIMS
Penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum kepada aparat yang berwenang. Kemenag tidak masuk ke ranah penegakan hukum. Fokus kami adalah memastikan pelayanan keagamaan, pembinaan, dan pendampingan bagi masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Gugun juga menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama harus tetap menjadi prioritas bersama.
Menurutnya, negara hadir untuk melayani seluruh umat tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.
“Kementerian Agama hadir untuk semua umat. Kerukunan harus menjadi nomor satu. Kita perlu menjaga ruang dialog, saling menghormati, dan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui jalur yang tepat. Jangan sampai peristiwa seperti ini merusak kepercayaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya