Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sidang Gus Yaqut, Saksi Ceritakan Evaluasi Pelayanan Haji 2024
- KPK Lantik 7 Pejabat, Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
- Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
- Gunung Semeru 6 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
- Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Pendaftaran 5-10 November 2026
Jamkrindo Dukung Mahasiswa Sukabumi Jadi Entrepreneur Muda di Era AI
Kamis, 5 November 2026 22:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi generasi muda dalam memasuki dunia kerja dan membangun usaha.
Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tersebut, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendukung seminar kewirausahaan yang membekali mahasiswa dengan kreativitas, inovasi, dan keterampilan menghadapi era digital.
Seminar bertajuk “Inovasi dan Kreativitas untuk Menjadi Entrepreneur Masa Depan” tersebut digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Kota Sukabumi, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Inovasi Muda Indonesia dengan dukungan penuh Jamkrindo.
Seminar tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan kesiapan mental, kreativitas, serta keahlian praktis agar mampu menghadapi era disrupsi global, khususnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.
Baca juga : Revitalisasi 836 SLB, Kemendikdasmen Perkuat Sekolah Aman dan Inklusif
Sebagai pembicara pertama, Tim Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan AI, Ma’ruf Mutaqin, memaparkan materi mengenai literasi future work atau pekerjaan masa depan.
Ia menyoroti tingginya kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan tertinggal apabila tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Tantangan utamanya bukan pada apakah pekerjaannya masih ada atau tidak di masa depan, melainkan pada keahliannya. Jika keahlian tidak terus ditingkatkan (upgrade), maka potensi relevansi kita di dunia kerja akan menyusut. Anak muda hari ini wajib memahami karakteristik pekerjaan masa depan," ujar Ma’ruf.
Selanjutnya, CEO Monday Media, Deni Irawan, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang teknologi.
Menurutnya, mahasiswa harus berani mengambil peran sentral di tengah arus otomatisasi global.
Baca juga : 55 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Layak
"Kita harus mengubah persepsi. AI itu tidak hanya digunakan untuk menulis, membuat foto, atau bikin video saja. Kehadiran kecerdasan buatan ini seharusnya mendorong kita semua untuk bertindak sebagai seorang Director (sutradara) yang memegang kendali penuh atas arah teknologi tersebut," tegas Deni.
Sementara itu, Founder Karir Anak, Faisal Kamal, membagikan gambaran mengenai peluang usaha digital yang belum tergarap secara optimal.
Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen UMKM di Indonesia saat ini belum memanfaatkan teknologi AI, padahal nilai transaksi produk digital terus mengalami peningkatan.
"Di era AI, pasar tetap akan memilih individu yang ahli dan bisa dipercaya. Kuncinya adalah bangun audience dan kuatkan branding. Jangan takut dengan latar belakang pendidikan, karena terbukti banyak anak magang non-IT yang didampingi Karir Anak kini sukses membangun startup dan bergerak di usaha digital seperti jasa kreatif video, ilustrasi, hingga desain," jelas Faisal.
Antusiasme mahasiswa UMMI terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta, Muhammad Fajri, memberikan tanggapan positif sekaligus menyoroti pentingnya keterbukaan wawasan bagi generasi muda agar tidak gagap teknologi di tengah pesatnya perkembangan produk digital.
Baca juga : Didukung Jamkrindo, Mahasiswa Tangsel Diajak Sulap AI Jadi Peluang Bisnis
Diskusi juga berkembang pada persoalan dampak sosial dan lingkungan dari kemajuan teknologi.
Salwa, peserta seminar lainnya, mempertanyakan sejauh mana kecerdasan artifisial berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia serta dampak ekologis dari pembangunan infrastruktur komputasi AI yang semakin masif.
Keterlibatan Jamkrindo sebagai sponsor utama dalam seminar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha muda digital yang mandiri, kompetitif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Setelah menyambangi wilayah Kota Sukabumi, rangkaian seminar tersebut dijadwalkan berlanjut ke titik kedua di wilayah Sukabumi bagian selatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya