Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Sebelumnya
Bambang mengusulkan, Kementerian BUMN untuk memberikan izin atau penugasan khusus kepada beberapa BUMN untuk melakukan produksi beberapa alat kesehatan hasil inovasi.
"Beberapa BUMN yang saat ini membuat alat kesehatan maka mungkin mereka memerlukan izin untuk penugasan khusus, untuk produksi beberapa alat kesehatan. Kami sudah mendengar bahwa menteri BUMN sudah bertemu dengan beberapa inovator dari ventilator yang tentunya perlu dilanjutkan untuk masuk tahap produksi,” ujarnya.
Hal yang tidak kalah penting lanjut Bambang, Kementerian BUMN juga membantu penyerapan dari produksi alat kesehatan ini dengan pembelian dari rumah sakit Kementerian BUMN. Baik itu ventilator, test kit maupun dari beberapa alat kesehatan lain.
Baca juga : Ketua DPD Minta Masyarakat Awasi Penggunaan Anggaran Covid-19
Seperti diketahui, Konsorsium Covid-19 bentukan Kemenristek mengembangkan pembuatan rapid test kit dan ventilator (alat bantu napas).
Untuk pengembangan rapid test kit sudah selesai, dan sedang diproduksi. Sedangkan, pembuatan ventilator sudah masuk uji coba tahap akhir, sebelum dapat digunakan untuk penanganan Covid-19.
Prototipe ventilator itu saat ini sedang uji ketahanan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK). Setelah uji ketahanan, akan diuji secara klinis. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu selama sepekan. Kedua alat kesehatan itu ditargetkan bisa meluncur bulan ini.
Baca juga : China Ajak Indonesia Kembangkan Vaksin Covid-19
Hingga kini, belum ada tanda-tanda jumlah pasien terpapar positif Covid-19 bakal mengalami penurunan. Pada Selasa (5/5), jumlah pasien positif mengalami kenaikan 484 orang menjadi 12.071.
Dari jumlah itu, 872 meninggal atau naik 8 orang dari hari sebelumnya. Sementara total pasien sembuh, kini berjumlah 2.197, atau bertambah 243 orang dari hari sebelumnya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya