Dark/Light Mode

Relawan Covid-19: Bergerak Tanpa Berkerumun

Kamis, 29 Oktober 2020 11:10 WIB
Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19, Andre Rahadian dalam talkshow
Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19, Andre Rahadian dalam talkshow "Pemuda-Pemudi Bergerak Melawan Covid-19" yang dipandu oleh Anastasya Putri dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Rabu (28/10) siang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Relawan Covid-19 yang terbentuk sejak awal bulan Maret 2020 ini berbeda dengan relawan pada umumnya.

Berita Terkait : Libur Panjang, Tingkat Hunian Hotel BUMN Naik Tajam

Relawan Covid-19 ini bergerak dalam menjalankan aksi kemanusiaan tanpa harus berkumpul karena rawan penularan wabah covid-19.
 
Demikian dikatakan Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19, Andre Rahadian dalam talkshow "Pemuda-Pemudi Bergerak Melawan Covid-19" yang dipandu oleh Anastasya Putri dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Rabu (28/10) siang.
 
Andre mengatakan, tantangan pertama dari para relawan Covid-19 ini adalah menghadapi bencana kasat mata pertama kali terjadi di dunia yang penularannya melalui interaksi manusia.
 
"Mereka ini sudah terbiasa menghadapi bencana alam dengan mendirikan posko, pengumpulan logistik, dan berkumpul. Tapi kali ini, untuk pandemi Covid-19, nggak bisa seperti itu," papar Andre 
 
Andre menyebutkan, Relawan Covid-19 ini harus bergerak bersama tanpa berkumpul.
 
Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyamakan strategi saat aksi di lapangan. 
 
"Kami melakukan pelatihan secara daring dan melakukan koordinasi sebelum bergerak tanpa berkumpul. Ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19," jelas Andre. 
 
Andre, yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) menceritakan sejarah terbentuknya relawan yang dimulai dari para alumni. 

Berita Terkait : Kasus Positif Naik 4.029, Totalnya Kini Loncati Angka 400 Ribu

Hingga saat ini, terus berkembang dan bekerja sama dengan organisasi kelompok pemuda dan organisasi masyarakat lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia hingga jumlahnya mencapai 32.000 orang.
 
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI, Doni Monardo menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi para Relawan Covid-19 yang telah berjuang dalam memutus mata rantai pandemi ini.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ini berharap semoga apa yang telah dikerjakan kemarin-kemarin, saat ini, dan yang akan datang membuat bangsa kian kokoh, kuat, dan tangguh. 
 
"Karena bangsa kita adalah bangsa yang mampu membuktikan dan menunjukkan bisa menangani masalah pandemi Covid-19 dengan baik sehingga terbebas dari masalah krisis ekonomi dan mengurangi risiko," ujar Doni dalam sambutannya via rekaman video. [KPJ]