Dark/Light Mode

`5 Siap` Jadi Syarat Belajar Tatap Muka

Minggu, 17 Januari 2021 08:55 WIB
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Foto: Tangkapan layar)
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Foto: Tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengingatkan, pembelajaran tatap muka harus berorientasi pada keselamatan dan kesehatan anak supaya terlindungi dari Covid-19. Kalau pembelajaran tatap muka mau dilakukan, “lima siap” harus sudah dipenuhi. 

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, anak adalah investasi bangsa. Karena itu, kebijakan apapun yang akan melibatkan anak, harus benar-benar memprioritaskan keselamatan mereka. Termasuk rencana pembelajaran tatap muka. 

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan menyusul rencana pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020-2021. Salah satunya, lima syarat dalam adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan. Dia menyebutnya sebagai lima siap, yakni siap daerahnya, siap sekolah dan gurunya, siap sarana dan prasarana pendukungnya, siap orang tuanya, dan siap peserta didiknya. 

Berita Terkait : KPK Siap Jalani Vaksinasi Corona

“Kalau lima siap belum terpenuhi, kami harapkan sekolah tatap muka itu jangan dilakukan, karena ini untuk melindungi anak-anak,” ujar Bintang, dalam Focus Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka bertema “Peran Ibu Menguatkan Protokol Kesehatan Keluarga”, Kamis (14/1). 

Pemerintah memang telah memberikan lampu hijau pembelajaran tatap muka lewat Surat Kesepakatan Bersama (SKB) empat Menteri. SKB tersebut berisi Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. 

Namun pemerintah menggarisbawahi, kesehatan dan keselamatan anak adalah faktor yang paling utama. Para siswa tidak diwajibkan mengikuti pembelajaran tatap muka. Tidak ada juga paksaan kepada orang tua, jika masih ada kekhawatiran pada risiko anak tertular Covid-19 saat belajar di sekolah. Pembelajaran tetap dapat dilaksanakan secara daring. Sekolah wajib memfasilitasi pembelajaran daring jika orang tua memilih metode itu. 

Berita Terkait : Pemerintah Belum Izinkan Vaksinasi Covid-19 Mandiri

“Kita memprioritaskan keselamatan anak selama proses belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh maupun tatap muka harus berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” jelas menteri asal Bali ini. 

Selain itu, Bintang juga mengingatkan pentingnya peran ibu jika pembelajaran tatap muka dilakukan. Ibu bersama ayah harus memberikan pemahaman yang utuh kepada anak mengenai virus ini. Juga, pentingnya mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama. “Terus semangat dan terus terapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta menerapkan Protokol Kesehatan Keluarga,” pesan Menteri Bintang. 

Dia juga meminta masyarakat mendukung proses vaksinasi, agar persebaran Covid-19 dapat dikendalikan. Harapannya, pandemi Corona segera berlalu. Supaya aktivitas anak-anak bisa kembali normal seperti sedia kala. “Jaga diri, jaga sesama, jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya. [DIR]