Dark/Light Mode

Ngaku Salah Karena Banjir

Ganjar Olah Air Tuba Jadi Air Susu

Jumat, 26 Februari 2021 06:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kiri) meninjau banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kiri) meninjau banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra)

 Sebelumnya 
Anggota Komisi II DPR ini menganggap, Ganjar memberikan pelajaran yang baik. Dia terbuka atas kritik dan mau mengakui kesalahannya. “Itulah yang harus dimiliki seorang pemimpin,” tegasnya.

Namun, Mardani mengingatkan Ganjar, tak hanya sekedar mengakui kesalahan saja. Perlu dilakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. “Membuat skema pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” imbuh legislator yang juga dosen di Universitas Mercu Buana ini.

Baca juga : Banjir Ganjar Lebih Parah Dari Banjir Anies

Di kalangan partai koalisi pemerintah, tentu saja sikap Ganjar menuai banyak pujian. Juru Bicara DPP PSI, Faldo Maldini mengatakan, sikap Ganjar atas banjir yang terjadi di Jateng harus diapresiasi. Dia lantas membandingkan, sikap Ganjar dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang justru menyalahkan orang lain. Padahal, setelah dicek, pintu air Depok dan Bogor dalam kondisi normal.

“Kalau menurut kami, memang banyak sekali sih yang tidak terbuka yang disampaikan Pak Anies, itu kenapa kami kritik sangat kencang,” tukas Faldo.

Baca juga : Golkar Berikan Masker, Sembako, Dan Vitamin

Eks Jubir PSI, Dedek Prayudhi ikut mengapresiasi dan me-mention langsung akun Twitter Ganjar. Menurutnya, Ganjar selaku gubernur sebetulnya berpeluang untuk menagih tanggung jawab pemerintah Kota Semarang atas banjir yang terjadi.

“Padahal Semarang (daerah tingkat II) itu daerah otonom, tidak seperti DKI dimana otonomi ada di tangan daerah tingkat I. Sah-sah saja kalau pak @ganjarpranowo bareng warga Semarang ‘menagih’ tanggung jawab Pemkot. Tapi pak GP memilih untuk mengaku salah,” cuitnya.

Baca juga : Jakarta Banjir, Layanan SIM Keliling Tetap Buka

Di tengah banyaknya pujian, masih ada juga yang menyampaikan kritik terhadap Ganjar. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule menyebut, pengakuan salah dari Ganjar hanya pencitraan. “Tampak sibuk urus pencitraan menuju ISTANA, sementara rakyat kebanjiran dan banjir tak surut-surut,” cuitnya dalam akun @KetumProDEM.

Sementara itu, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak prihatin musibah banjir dijadikan momen memuaskan kebencian politik. “Kebencian politik menggeser empati sebagian orang menjadi sekedar ejekan. Banjir di Jakarta dijadikan momen memuaskan kebencian politik melalui ejekan terhadap @aniesbaswedan, pun demikian banjir di Jawa Tengah, ejekan pun dialamatkan ke @ganjarpranowo atau di Jawa Barat ke @ridwankamil,” pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.