Dark/Light Mode

Jelang HBKN, Mentan Pantau Ketersediaan Sapi Potong Dan Daging Beku

Kamis, 4 Maret 2021 05:32 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah memberikan keterangan pers usai meninjau ketersediaan daging sapi potong dan beku di PT Tanjung Unggul Mandiri, Tangerang, Rabu (3/3)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah memberikan keterangan pers usai meninjau ketersediaan daging sapi potong dan beku di PT Tanjung Unggul Mandiri, Tangerang, Rabu (3/3)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bergerak cepat memastikan ketersediaan sapi potong dan daging beku guna memenuhi kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni bulan Ramadan dan Lebaran. 

Oleh karena itu, dia bersama pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag), BUMN meninjau PT Tanjung Unggul Mandiri sebagai fedloter dan stok daging beku PT Indoguna Utama di kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Rabu (3/3).

"Saya bersama dengan Jajaran Dirjen Kementerian Pertanian, Dirjen Kementerian Perdagangan didampingi Bupati Tangerang berkunjung ke PT TUM dengan tiga agenda yang kita akan laksanakan bersama-sama, setelah sebelumnya kita sudah buat kesepakatan,"ujar SYL saat meninjau stok sapi potong di kandang penggemukan PT TUM, Tangerang.

SYL memaparkan, ada tiga agenda Kementan terkait upaya menjamin ketersediaan daging sapi untuk HKBN dan secara berkelanjutan. Pertama, emergency agenda yakni mempersiapkan ketersediaan sapi potong kita menghadapi Ramadan dan Idul Fitri sebagai big season akan kebutuhan daging kita.

“Sesuai arahan Presiden kita harus melakukan upaya maksimal dalam mengamankan ketersediaan daging ini. Sesuai pembicaraan Kemendag maupun Kementan bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PT TUM siap memback up kebutuhan hari besar ini," ungkapnya.

Kedua, lanjut SYL, agenda temporeri yakni menjaga ketersediaan daging sapi pasca Puasa dan Idul Fitri. Jadi, sapi yang sudah dipotong harus segera digantikan agar ketersediaan sapi tetap terjaga secara berkelanjutan.

Baca juga : Jelang Olimpiade 2032, Menpora Harap Dayung Masuk Cabang Uggulan

"Kita tidak bisa hanya Ramadan. Kita juga harus bicara sesudah Ramadan, bagaimana in-out nya sapi yang harus dilakukan sehingga ketersediaannya dapat kita amankan sekaligus kestabilan harga juga ada," tuturnya.

Ketiga, SYL membeberkan agenda permanen. Agenda ini menyiapkan ketersediaan sapi dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan pangan untuk ketersedian daging sehingga tidak perlu tergantung dengan negara lain lagi.

Oleh karena itu Kementan dan Kemendag harus memiliki kerjasama yang kuat tentu saja dengan Kementerian BUMN juga untuk di-back up private sektor kita dalam hal ini PT TUM yang sudah berpengalaman menangani suplai sapi. 

"Kita harus sama sama merencanakan bagaimana selanjutnya untuk menjaga kestabilan ketersediaan sapi," imbuh SYL.

Oleh karena itu, untuk mensukseskan upaya-upaya ini, SYL memerintahkan agar pihaknya secepatnya berkoordinasi dengan Kemendag untuk segera menyusun strategi dalam upaya menjaga ketersedian dan menstabilkan harga baik menjelang Ramadan dan Idul Fitri maupun nanti hingga Desember 2021. 

Ini menjadi peluang untuk pengusaha dan stakeholder bersama pemerintah untuk berbagi, sehingga pemerintah bisa tetap menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.

Baca juga : Antisipasi Panen Raya, Mentan Optimalkan Peran Kostraling Amankan Stok Dan Harga Beras

"Dalam konteks ini kita bangun keseimbangan, saling menguntungkan, sebab pengusaha pun tidak boleh rugi. Jadi ini akan menjadi win-win solution," cetusnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Peteenakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan, menjelang HBKN, permintaan dan kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat melonjak. Oleh karena itu, Mentan SYL mulai melakukan pengecekan ketersediaan sapi potong sejak dini. 

"Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadi kelangkaan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang tinggi," jelasnya.

Nasrullah mengungkapkan stok sapi bakalan di PT TUM per tanggal 28 Februari sebanyak 8.094 ekor dengan jumlah sapi siap potong sebanyak 5.091 ekor yang bila dikonversikan menjadi 1.140,94 ton daging sapi.

PT TUM memasok sapi siap potong hasil penggemukan untuk memenuhi kebutuhan 30 RPH supply chain di wilayah Banten sebanyak 47,1 persen, Jawa Barat 33,1 persen, DKI Jakarta 17,4 persen dan Jawa Tengah 2,4 persen.

Sesuai data, lanjutnya, pada kondisi normal, feedloter ini memiliki rataan pasokan total per bulan 3.500 hingga 4.700 ekor atau 100 hingga 160 ekor per hari. 

Baca juga : Pimpinan DPR Bantah Vaksinasi Anggota Dewan Dilakukan Tertutup

Sementara pasokan pada musim HBKN (Ramadan dan Idul Fitri) akan meningkat berkisar 150 hingga 200 persen dibandingkan dengan pasokan pada kondisi normal.

"Kami juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relatif cukup aman sampai dengan kebutuhan lebaran 2021," tutup Nasrullah.

Usai meninjau sapi potong PT TUM, Mentan SYL berserta jajarannya juga turut melakukan pengecekan ketersediaan daging beku di PT Indoguna Utama Tangerang. Ketersediaan daging sapi beli di PT Indoguna Utama saat ini mencapai 40.000 ton.

Menurut Direktur PT Indoguna Utama, HJ Efendi, stok daging tersebut sangat cukup memenuhi kebutuhan pada Ramadan hingga Lebaran 2021. Dengan begitu, siap bersinergi dengan pemerintah dalam rangka menyediakan daging dengan harga yang stabil.

"Kami berjanji mendukung pemerintah menstabilkan harga daging pada saat puncak kebutuhan bulan Ramadan hingga Idul Fitri," sebutnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.