Dewan Pers

Dark/Light Mode

Panen Padi Di Barru, Mentan Bersama Mitra Tancap Gas Serap Gabah Petani

Sabtu, 20 Maret 2021 19:19 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) tancap gas mengoptimalkan penyerapan gabah, utamanya di daerah sentra produksi. Salah satunya Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai lumbung beras nasional. 

Usai panen dan serap gabah di Kabupaten Maros, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini lanjut panen dan serap gabah petani Kabupaten Barru.

Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) bersama mitra yakni Bulog, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), TNI, Polri. Serap gabah ini pun melibatkan perbankan dalam menyediakan dana KUR.

Yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas dan mengamankan stok beras. Karena itu, panen sekaligus serap gabah di Kabupaten Barru merupakan bentuk komitmen bersama dengan Bulog, penggilingan, TNI, Polri dan disupport KUR perbankan untuk meminimalisir dinamika harga saat panen raya. 

“Kita harapkan harga panen petani minimal sesuai standar HPP (Harga Pembelian Pemerintah,-red). Kementan bersama Bulog dan penggilingan sudah bikin kesepakatan kesanggupan serap gabah," ujar SYL di acara panen dan serap gabah yang dihelat lahan padi Kelompok Tani Makkatutue Desa Lawallu Kecamatam, Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (20/3).

SYL menegaskan, penyerapan gabah petani dengan mengoptimalkan peran Kostraling yang di dalamnya terhimpun pengusaha penggilingan-penggilingan kecil dan selanjutnya diserakhkan ke Bulog. 

Berita Terkait : Senayan: Stok Bulog Tipis, Kurang Serap Gabah Petani

Kostraling adalah pioner di lapangan dan menjadi Bulog-Bulog kecil, sehingga hasil panen petani benar-benar dipastikan terserap dan dibantu tingkatkan kualitasnya.

"Melalui Kostraling, Kementan mendorong Bulog untuk optimalisasi serapan, serta mendorong petani meningkatkan kualitas gabah sesuai standar yang berlaku," ucapnya.

SYL mengaku, serap gabah petani turut didorong dan dikawal oleh Tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP). Tim ini sudah melakukan serap gabah di berbagai daerah. Salah satunya di Kabupaten Barru ini. 

"Pemerintah memastikan melakukan serap gabah secara maksimal di semua daerah dan turun di lokasi panen," katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Suwandi mengatakan, serap gabah di Kabupaten Barru dipastikan berjalan maksimal. Pasalnya di Kabupaten sudah berjalan Kostraling, misalnya Kostraling kapasitas 10 ton per hari dikelola Gabungan Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Siddo Kecamatan Soppeng Riaja.

"Kementan optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pascapanen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam Musim Tanam-II," jelasnya.

Berita Terkait : Kapolres Puncak: Didatangi KKB, Pesawat Susi Air Tak Disandera

Sementara, Bupati Barru, Suardi Saleh menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, terutama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang membantu penuh agar tidak terjadi anjloknya harga gabah petani di musim panen raya ini. 

Pasalnya, Barru sebagai salah satu sentra produksi padi harus melakukan langkah untuk antisipasi harga.

Sesuai ubinan BPS tadi produktivitas padi di lokasi ini sekarang naik menjadi 8 ton per hektare. Sebelumnya, tahun 2020 sebesar 6,11 ton dengan indek pertanaman tiga kali setahun dan harga saat ini masih bagus, yakni Rp 4.500 hingga 5.600 per kilogram. 

“Dengan adanya gerakam sergap ini, benar-benar menjaga harga," tuturnya.

Luas tanam padi 2020 se-Kabupaten Barru 18.718 hektar, melibatkan 731 kelompok tani dan 18.275 petani. Ada pun di tahun 2020, produksi beras 2020 sebesar 75.789 ton dengan angka konsumsi berasnya 20.054 ton

Kita peroleh neraca surplus sebesar 55.735 ton. Hal itu guna mempertahankan dan meningkatkan produksi dan kualitas beras 2021.

Berita Terkait : Hadapi Demonstran, Tentara Myanmar Pakai Senjata Perang Mematikan

“Kami usulkan bantuan hilirisasi ke Kementerian Pertanian berupa combine harvester 5 unit, dryer 3 unit, rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi 5 unit," tandas Suardi.

Perlu diketahui, berdasarkan laporan Tim GSGP Kementan secara terpadu bersama Kostraling, Pemda dan Bulog, kegiatan serap gabah petani sudah bergerak ke Banten menyerap 53.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 1.500 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton dan Maros 2.000 ton. 

Kemudian realisasi serap Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu 750 ton dan beberapa kabupaten lainnya.

Ada pun luas panen padi Sulsel Maret mencapai 125 ribu hektar dan April 2021 mencapai 231 ribu hektar atau hampir dua kali lipat panen Maret. [KAL]