Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menperin: SDM Jadi Tantangan Industri Batik

Rabu, 6 Oktober 2021 11:12 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperhatikan berbagai motif batik yang ditampilkan di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Rabu (19/5). (Foto: ist)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperhatikan berbagai motif batik yang ditampilkan di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Rabu (19/5). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri batik nasional menghadapi berbagai macam tantangan. Salah satunya sumber daya manusia (SDM). 

Begitu kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Puncak Peringatan Hari Batik 2021 secara virtual, Rabu (6/10).

Berita Terkait : Tekan Impor, Kemenperin Genjot Produksi Industri Gula 

Dalam industri batik, jumlah tenaga kerja dengan kualitas dan keterampilan yang tinggi sangat diperlukan. “Kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan inovasi desain sangat penting,” ujarnya.

Sementara jumlah SDM yang memiliki keterampilan dan kemampuan desain sangat sedikit. Pembatik batik tulis jumlahnya semakin terbatas dan banyak yang telah berusia lanjut. 

Berita Terkait : Menkeu: Fungsi NIK Jadi NPWP Bagian Reformasi Perpajakan

Karena itu, perlu ada upaya-upaya serius untuk mempercepat proses regenerasi seni batik tulis. Ini tentunya harus digalakkan di kalangan generasi muda dengan menumbuhkan minat dan keterampilan di kalangan mereka untuk terjun ke industri batik. 

Menurut dia, Kemenperin sendiri melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik terus menerus melakukan berbagai kegiatan pendidikan, pengembangan desain, dan promosi agar perkembangan batik Indonesia tetap memiliki proses regenerasi yang baik dan memiliki daya saing global serta diminati oleh pasar. [DIT]

Berita Terkait : Merger Pelindo, ALFI Ngarep Rantai Pasok Makin Kuat